Loading

Ketik untuk mencari

Palestina Yaman

Rudal Hipersonik Yaman Guncang Tel Aviv, Yahya Saree Desak Dunia Arab Bertindak untuk Gaza

Rudal Hipersonik Yaman Guncang Tel Aviv, Yahya Saree Desak Dunia Arab Bertindak untuk Gaza

POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, Tel Aviv kembali diguncang ketegangan pada Jumat malam 18 Juli setelah sirene peringatan serangan udara meraung di langit kota. Otoritas Israel menutup sementara Bandara Ben Gurion dan memerintahkan evakuasi warga ke tempat perlindungan, menyusul laporan mengenai rudal yang diluncurkan dari Yaman. Serangan ini menandai babak baru eskalasi konflik di Kawasan, terutama sebagai bentuk solidaritas Yaman terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) dalam pernyataan resminya mengonfirmasi serangan tersebut. Juru Bicara YAF, Brigadir Jenderal Yahya Saree menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan rudal hipersonik jenis “Palestina-2” dalam operasi itu. Rudal tersebut diklaim berhasil mencapai target strategis di kawasan Bandara Lod (Ben Gurion), memicu kepanikan massal di kalangan warga Zionis dan mengganggu aktivitas penerbangan internasional di Israel.

“Serangan ini adalah bagian dari tugas moral dan agama kami untuk membela rakyat Palestina yang tertindas dan para pejuangnya yang gagah berani,” ujar Saree, menambahkan bahwa serangan tersebut merupakan respons langsung terhadap kejahatan genosida yang terus dilakukan oleh Israel di Gaza.

Lebih jauh, Saree menyampaikan seruan terbuka kepada negara-negara Arab dan Islam untuk menghentikan sikap diam mereka. “Jika kalian tidak bergerak demi agama, maka bergeraklah karena identitas Arab kalian. Dan jika itu pun tidak memicu kalian, maka bergeraklah atas nama kemanusiaan,” tegasnya.

Peringatan keras juga dilontarkan kepada negara-negara yang memilih bungkam. Saree mengingatkan bahwa jika agresi Israel tidak dihentikan, maka apa yang terjadi di Gaza saat ini bisa menimpa negara lain di masa depan.

Selain serangan rudal, Yaman juga memperluas tekanan lewat jalur ekonomi. Media Israel The Marker melaporkan bahwa Pelabuhan Eilat akan sepenuhnya berhenti beroperasi mulai Minggu mendatang. Ini terjadi setelah pemerintah kota membekukan rekening bank pelabuhan akibat utang besar-besaran, menyusul anjloknya pendapatan hingga 80% akibat blokade laut Yaman sejak akhir 2023.

Blokade tersebut membuat kapal-kapal dagang internasional menghindari jalur Laut Merah, memutus akses maritim Israel dan memperburuk situasi ekonomi negara tersebut di tengah perang yang belum menunjukkan tanda mereda.

Tags: