Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Yaman Surati PBB: Tegaskan Kelanjutan Dukungan untuk Gaza dan Blokade Laut terhadap Israel

Firma Konsultan Strategis Terkemuka Inggris: Yaman adalah ‘Lubang Hitam’ bagi Barat dan Rezim Zionis

POROS PERLAWANAN – Menteri Luar Negeri Yaman, Jamal Amer menyampaikan surat resmi kepada Presiden Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, yang menegaskan posisi tegas Yaman dalam mendukung perjuangan rakyat Gaza serta kelanjutan blokade laut dan udara terhadap Israel.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnim pada Senin 21 Juli, dalam surat tersebut Yaman menegaskan bahwa seluruh kapal niaga dan perusahaan pelayaran diperbolehkan berlayar dengan aman, kecuali yang memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan Israel atau pihak-pihak yang mendukung agresi terhadap Gaza.

Surat itu juga merujuk pada pernyataan Kepala Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi Al-Mashat, pada 8 Juli lalu, yang menekankan bahwa kebijakan Yaman tetap sejalan dengan prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB, termasuk penghormatan terhadap kebebasan navigasi di perairan internasional.

“Komitmen Yaman terhadap kebebasan navigasi internasional berlaku untuk semua pihak, kecuali rezim Zionis dan entitas yang memberikan dukungan logistik, militer, atau ekonomi kepada Israel”, tulis Menlu Jamal Amer dalam suratnya.

Ditegaskannya juga bahwa dukungan semacam itu secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi pada kejahatan kemanusiaan yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan

Sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan kerugian yang tidak diinginkan, Yaman telah membentuk Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan. Tujuannya adalah untuk:

1. Memfasilitasi komunikasi yang efektif dan transparan dengan perusahaan pelayaran internasional.
2. Mencegah ketegangan yang tidak perlu.
3. Menjamin keamanan kapal-kapal yang tidak terlibat dalam dukungan terhadap agresi Israel.
4. Menyerukan kepatuhan penuh terhadap instruksi Angkatan Bersenjata Yaman.

Dalam surat tersebut ditegaskan: “Kegagalan dalam mematuhi arahan ini akan membawa tanggung jawab penuh kepada pihak-pihak yang melanggarnya, termasuk konsekuensi operasional di lapangan.”

Seruan Boikot terhadap Aset Terkait Israel

Lebih lanjut, Yaman mengimbau kepada seluruh lembaga dan perusahaan, baik publik maupun swasta, untuk menghindari segala bentuk kerja sama atau interaksi dengan aset serta kepentingan ekonomi Israel. Langkah ini diambil sebagai bentuk pencegahan terhadap risiko yang ditimbulkan oleh agresi brutal yang terus berlanjut terhadap Gaza.

Surat itu juga menyoroti bahwa Angkatan Bersenjata Yaman semakin kuat dan terorganisasi, dan akan melanjutkan operasi-operasi presisi yang bertujuan:
– Menghentikan agresi militer Israel,
– Mencabut blokade atas Jalur Gaza, dan
– Menegakkan prinsip-prinsip hukum humaniter internasional.

Seruan Kepada PBB

Dalam bagian akhir suratnya, Menteri Luar Negeri Yaman menekankan: “Kelanjutan agresi rezim Zionis terhadap Gaza merupakan ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas regional serta internasional.”

Yaman juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan untuk:
– Memikul tanggung jawab penuh atas krisis ini,
– Mengambil langkah segera dan efektif untuk menghentikan agresi, dan
– Memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera masuk ke Gaza sebagai bagian dari komitmen terhadap hak asasi manusia dan keadilan internasional.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *