Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Ansharullah: Pernyataan Soal ‘Pengiriman Senjata Iran ke Yaman’ adalah Kebohongan

Ansharullah: Kami Siap Masuki Tingkat Konflik Tertinggi dengan Amerika Serikat

POROS PERLAWANAN – Perwakilan Khusus Budaya Ansharullah Yaman, Ahmad al-Imam, dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu 20 Juli di Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA), menegaskan bahwa rakyat Yaman bersifat mandiri dan menegaskan bahwa pernyataan soal “pengiriman senjata dari Iran ke Yaman” sebagai kebohongan semata.

“Pernyataan bahwa Iran mengirimkan senjata ke Yaman adalah kebohongan. Rakyat Yaman mandiri, dan sanksi tidak berdampak pada kemampuan pertahanan kami,” ujar al-Imam.

Dalam pernyataannya, ia juga mengucapkan selamat kepada Iran atas kemenangan dalam konfrontasi terbaru melawan Amerika Serikat dan Israel. “Merupakan kehormatan bagi kami untuk menyaksikan kemenangan Iran. Media menjadi senjata strategis untuk melawan propaganda musuh. Perang ini membuktikan peran penting media Perlawanan, yang menjadi alasan mengapa lembaga penyiaran Iran menjadi sasaran,” jelasnya.

Al-Imam kemudian memaparkan empat faktor utama yang menurutnya menjadi kunci kemenangan Iran:
1. Keimanan kepada Tuhan,
2. Kepemimpinan Imam Ali Khamenei,
3. Solidaritas rakyat selama masa perang,
4. Kemampuan industri pertahanan dalam negeri Iran.

“Empat faktor ini harus disampaikan kepada publik agar mereka memahami sumber kekuatan dan kemenangan tersebut,” tegasnya.

Mengenai situasi di Gaza, ia menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang tengah berlangsung.

“Dalam beberapa hari terakhir, Gaza menyaksikan penderitaan luar biasa. Ratusan orang tewas akibat kelaparan dan pengeboman. Sayangnya, media sering kali mengalihkan perhatian dari isu utama dengan mengangkat isu-isu marjinal,” ujarnya.

Dukungan Yaman terhadap Gaza

Terkait dukungan Yaman terhadap Gaza, al-Imam menyebutkan bahwa rakyat Yaman telah melakukan pemboikotan terhadap produk-produk Israel dan Amerika Serikat sebagai bentuk solidaritas, dan menyebut lebih dari satu juta warga telah dilatih untuk siap berperang demi mendukung Palestina.

“Meskipun seluruh rakyat Yaman pada dasarnya telah bersenjata, pelatihan ini kami lakukan secara khusus untuk mendukung Gaza. Setiap pekan, pawai solidaritas diselenggarakan di berbagai wilayah Yaman, meski upaya musuh untuk menghentikannya terus berlangsung,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan Yaman secara aktif melancarkan serangan terhadap Israel.

“Kami menembakkan rudal ke wilayah Israel setiap dua hari sekali. Semua operasi ini terkoordinasi dengan Hamas. Meski kami juga menghadapi konflik internal, prioritas utama kami adalah membela Gaza,” ujarnya.

Konfrontasi Langsung dan Isu Media

Al-Imam menyebut bahwa setelah dimulainya operasi militer terhadap Israel, pasukan musuh dari Israel dan Amerika berusaha menyerang Yaman.

“Namun mereka gagal menghadapi perlawanan dan akhirnya mundur. Kini, jet-jet tempur Israel tak lagi berani masuk wilayah udara Yaman kecuali menembakkan rudal dari laut,” tegasnya.

Dia juga menekankan pentingnya koordinasi media antar-Poros Perlawanan untuk melawan disinformasi.


“Musuh berupaya membungkam suara kebenaran. Karena itu, suara kita harus lebih lantang dan kerja kita harus lebih konsisten daripada mereka,” ujarnya.

Kemandirian Militer Yaman

Menanggapi tuduhan pengiriman senjata dari Iran ke Yaman, al-Imam menyatakan bahwa Yaman telah memproduksi senjatanya sendiri sejak sebelum Ibu Kota Sanaa dikuasai oleh Ansharullah dan sebelum agresi militer Arab Saudi dimulai.

“Rakyat Yaman adalah bangsa yang bersenjata. Pelucutan senjata di negara kami tidak mungkin dilakukan. Sejak kecil, kecintaan terhadap Palestina dan semangat jihad di jalan Allah telah menjadi bagian dari budaya bangsa Yaman,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *