Hizbullah Kecam Laporan Provokatif Media Asing, Serukan Kewaspadaan dan Persatuan Nasional
POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, Hizbullah secara tegas membantah tuduhan yang dilayangkan oleh dua media internasional, Al-Arabiya dan Al-Hadath, yang menyebut bahwa kelompok tersebut tengah mempersiapkan konfrontasi dengan negara Lebanon. Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menyebut laporan tersebut sebagai informasi palsu dan upaya sistematis untuk menciptakan kekacauan di tengah situasi politik yang sudah genting.
Melalui Departemen Hubungan Medianya, Hizbullah menilai tuduhan tersebut sebagai bentuk disinformasi yang disengaja, yang tidak memiliki dasar fakta maupun kebenaran. Mereka menegaskan bahwa narasi yang dibangun oleh dua media tersebut hanya bertujuan untuk menggiring opini publik ke arah perpecahan dan memperkeruh suasana dalam negeri Lebanon.
“Klaim-klaim ini sepenuhnya fiktif dan lahir dari imajinasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas pernyataan tersebut. Hizbullah menyerukan kepada media lain untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, dan mengimbau agar analisis dan laporan media tetap mengacu pada sumber resmi Perlawanan Islam demi menjaga keakuratan informasi.
Dalam konteks yang lebih luas, Hizbullah kembali menekankan komitmennya terhadap persatuan nasional dan stabilitas internal Lebanon. Mereka mengingatkan masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu sektarian yang sengaja dihembuskan untuk memperlemah solidaritas bangsa. Hizbullah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada terhadap kampanye disinformasi yang dapat memecah belah rakyat.
Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, dalam pidatonya baru-baru ini, juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama dan kepercayaan terhadap pimpinan negara. Ia mengingatkan agar tidak mempertaruhkan stabilitas negara dengan memperbesar perbedaan pendapat di antara tiga tokoh utama Lebanon, Kepala Angkatan Darat Jenderal Joseph Aoun, Perdana Menteri Nawaf Salam, dan Ketua Parlemen Nabih Berri. Menurutnya, ketiganya memiliki kebijaksanaan yang dibutuhkan untuk memandu Lebanon melewati masa-masa sulit.
Dengan nada tegas namun menyerukan kedamaian, Hizbullah menutup pernyataannya dengan harapan agar seluruh pihak menjaga semangat persatuan dan tidak terjebak dalam narasi yang dapat memecah belah Lebanon.
