Israel Siaga Hadapi Potensi Serangan Pejuang Yaman ke Wilayah Pendudukan
POROS PERLAWANAN – Harian berbahasa Ibrani, Israel Hayom melaporkan bahwa Militer Israel tengah bersiap menghadapi skenario kemungkinan infiltrasi langsung pejuang Yaman ke Wilayah Pendudukan Palestina.
Dalam laporan yang dikutip oleh Kantor Berita Fars pada Jumat 25 Juli, Israel Hayom mengungkap bahwa Militer rezim Zionis telah berada dalam kondisi siaga tinggi guna merespons potensi serangan dari arah Yaman. Laporan tersebut menyebut bahwa Yaman secara aktif melatih unit-unit elite militer dengan spesialisasi dalam melancarkan operasi langsung terhadap Israel.
“Salah satu skenario serius yang tengah dipertimbangkan adalah serangan melalui jalur laut ke wilayah Israel”, tulis harian tersebut. “Meskipun secara geografis jaraknya jauh, namun ketidakstabilan Kawasan dapat mengubah skenario mimpi buruk ini menjadi kenyataan berbahaya”.
Media tersebut menekankan bahwa pernyataan-pernyataan dari pPemerintah anaa harus dipandang sebagai peringatan serius, karena rencana semacam itu telah dirancang sejak awal dan berpotensi dieksekusi secara tiba-tiba dan mengancam.
Lebih lanjut, laporan menyebut bahwa ancaman dari Yaman memerlukan pengawasan intensif dan berkelanjutan untuk mencegah serangan mendadak, baik melalui jalur laut maupun darat terhadap wilayah-wilayah rentan seperti Eilat dan permukiman-permukiman Zionis di selatan.
Peringatan ini muncul di tengah pernyataan berulang dari Pemimpin Revolusi Yaman, Sayyid Abdul Malik al-Houthi, yang menegaskan kesiapan para pejuang Yaman untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. Ia bahkan menyatakan kesediaan untuk menembus wilayah Arab Saudi dan Yordania guna mencapai Palestina.
“Selain pasukan reguler, terdapat satu juta tujuh ribu orang yang telah menjalani pelatihan dan siap diberangkatkan ke Palestina,” ujar Sayyid Abdul Malik dalam pidatonya pada Rabu 23 Juli.
Ia juga menyerukan kepada negara-negara yang secara geografis terletak antara Yaman dan Palestina agar membuka wilayah mereka sebagai jalur lintas bagi para mujahidin.
“Dengan izin Tuhan, ratusan ribu orang akan bergerak menuju Palestina untuk membantu rakyat Palestina. Ini adalah harapan kami, tujuan kami, dan upaya kami akan terus berlanjut demi mencapainya.”
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Militer Yaman telah menggelar pelatihan massal bertajuk “Tofan al-Aqsa” (Badai al-Aqsa), yang berfokus pada kesiapsiagaan publik untuk menghadapi Israel dan Amerika Serikat. Hingga saat ini, ratusan ribu warga dilaporkan telah mengikuti pelatihan tersebut.
Dalam laporan terbaru pada 21 Juli, pejabat mobilisasi umum Provinsi Sanaa, Fayyadh al-Hanami mengumumkan berakhirnya gelombang pertama pelatihan militer yang diikuti puluhan ribu peserta.
Ia menyebutkan bahwa lebih dari 82.000 orang telah menyelesaikan pelatihan dan siap bergabung dalam konfrontasi melawan Israel dan Amerika Serikat.
