Pabrik Drone Militer Israel Diretas, Ribuan Dokumen Rahasia Diekstraksi dan Siap Dibagi ke Seluruh Entitas Poros Perlawanan
POROS PERLAWANAN — Kelompok Perlawanan Siber, Cyber Support Front mengumumkan keberhasilannya dalam meretas salah satu pabrik vital milik Militer rezim Zionis yang memproduksi pesawat mikro dan sistem drone.
Dalam pernyataan resminya, Kelompok ini menyebut telah mengekstrak lebih dari 3 terabyte data rahasia serta melumpuhkan jalur produksi utama pabrik tersebut.
Pabrik yang dimaksud adalah SADNAT, sebuah fasilitas strategis yang memasok sistem militer dan kedirgantaraan untuk tentara Israel. SADNAT diketahui menjalin kemitraan erat dengan beberapa perusahaan pertahanan besar seperti Rafael Advanced Defense Systems, Elbit Systems, Israel Aerospace Industries (IAI), Boeing, serta Orbit Communication Systems.
Menurut laporan Tasnimnews pada Jumat 25 Juli, dalam pesan yang ditujukan langsung kepada tentara rezim Zionis, Cyber Support Front menyampaikan:
“Kami kini memiliki akses atas data teknis tentang desain, metode produksi, pola operasi, serta sistem penanggulangan drone tanpa awak yang telah digunakan untuk membunuh sejumlah komandan Poros Perlawanan. Informasi ini akan kami distribusikan ke seluruh entitas dalam Poros Perlawanan sebagai langkah pencegahan terhadap kejahatan serupa di masa mendatang.”
Serangan ini menandai eskalasi terbaru dalam perang teknologi antara rezim Zionis dan barisan pendukung Perlawanan. Cyber Support Front, yang baru saja memulai operasinya tiga bulan lalu, telah melancarkan serangkaian serangan terukur terhadap infrastruktur Militer Israel, khususnya yang berperan dalam agresi brutal terhadap rakyat Gaza.
Serangan terhadap SADNAT bukan hanya sebuah tindakan balasan digital, melainkan juga sinyal tegas bahwa keunggulan teknologi Militer Israel kini tak lagi kebal dari infiltrasi siber. Dengan keterbukaan akses terhadap rahasia manufaktur dan sistem pertahanan, Poros Perlawanan kini mengantongi keuntungan strategis dalam medan tempur masa depan.
