Israel Bajak Kapal Bantuan Berbendera Inggris ‘Handala’ Menuju Gaza, 21 Aktivis Ditahan
POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, pasukan Angkatan Laut Israel dilaporkan telah membajak kapal bantuan kemanusiaan berbendera Inggris yang tengah berlayar menuju Jalur Gaza. Kapal bernama “Handala” tersebut membawa 21 aktivis sipil tak bersenjata dari berbagai negara, termasuk anggota parlemen, tenaga medis, dan relawan, yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan penting bagi warga Gaza yang masih terkepung.
Menurut laporan media Israel yang dirilis pada Sabtu 26 Juli, Handala berangkat dari pelabuhan di Italia menuju perairan Gaza, membawa persediaan seperti susu formula bayi, makanan, dan obat-obatan. Bantuan tersebut ditujukan untuk merespons krisis kemanusiaan akut akibat pengepungan hampir total yang diberlakukan Israel sejak dimulainya agresi militer pada Oktober 2023.
Insiden bermula ketika kru kapal melaporkan kehadiran drone Israel yang melayang rendah di atas kapal mereka. Tak lama kemudian, kapal-kapal Militer Israel mendekat dan mengepung Handala. Para aktivis segera mengeluarkan panggilan darurat. Aktivis Huwaida Araf menyatakan bahwa pihaknya mencoba menghubungi Angkatan Laut Israel, namun tidak mendapat balasan apa pun.
Anggota Parlemen Eropa asal Prancis, Emma Fourreau, yang ikut dalam pelayaran, kemudian mengonfirmasi bahwa kapal mereka telah dibajak.
“Militer Israel ada di sini,” ujarnya dalam siaran langsung dari atas kapal.
Dalam rekaman tersebut, tampak para kru mengenakan jaket pelampung dan mengangkat tangan mereka sebagai bentuk menyerah untuk menghindari kekerasan.
Fourreau juga menyerukan penghentian genosida, merujuk pada kondisi di Gaza, di mana lebih dari 59.700 warga Palestina yang mayoritas perempuan dan anak-anak telah tewas akibat serangan udara Israel dan kelaparan sejak Oktober lalu.
Insiden ini bukan yang pertama. Bulan lalu, Militer Israel membajak kapal bantuan lain yang membawa 12 aktivis internasional. Pada Mei, drone Israel menyerang kapal yang membawa aktivis lingkungan Swedia, Greta Thunberg di lepas pantai.
Pengamat internasional mengecam tindakan Israel ini sebagai upaya sistematis untuk menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Mereka menyebutnya sebagai bentuk “pempersenjataan kelaparan”, yang melanggar hukum kemanusiaan internasional dan hak asasi manusia.
