Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

The Telegraph: Militer Israel Tak Lagi Sejalan dengan Netanyahu, Perang Gaza Tanpa Arah

Gaza Menjerit: Seluruh Rumah Sakit di Utara Lumpuh, Bantuan Terhalang

POROS PERLAWANAN — Surat kabar Inggris, The Telegraph mengungkap bahwa perang berkepanjangan di Gaza mencerminkan keretakan serius antara Militer Israel dan Pemerintahan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu. Menurut laporan tersebut, para jenderal dan pasukan Zionis mulai mengambil jarak dari kebijakan agresif dan oportunistik Kabinet ekstremis yang berkuasa.

Dalam laporannya pada Minggu 27 Juli, The Telegraph menulis bahwa sebagian besar tentara dan perwira senior Militer Israel tidak lagi sejalan dengan strategi Netanyahu, yang dinilai mengutamakan kepentingan politik dan pribadinya ketimbang pertimbangan militer atau kemanusiaan.

Ketidaktaatan, Keletihan, dan Penolakan Bertugas

Media Barat itu juga menyoroti kondisi kelelahan parah di kalangan Militer Zionis, khususnya pasukan cadangan. Banyak dari mereka tidak menghadiri panggilan wajib militer, dengan berbagai alasan medis dan keluarga. Beberapa komandan bahkan secara terbuka memohon di media sosial agar prajurit cadangan kembali karena unit-unit mereka kekurangan personel secara drastis.

Sebuah sumber militer yang dikutip menyatakan, “Gambar anak-anak yang kelaparan di Gaza telah memengaruhi moral publik secara signifikan dan akan menyebabkan penurunan tajam dalam tingkat perekrutan militer di masa depan.”

Perang Tanpa Justifikasi, Demi Kekuasaan

The Telegraph menegaskan bahwa kelanjutan operasi militer Israel di Gaza sudah tidak memiliki dasar militer yang rasional. Sebaliknya, perang ini dinilai sebagai sarana politik Netanyahu untuk mempertahankan kekuasaan.

“Sebagian besar warga Israel kini menyadari bahwa alasan utama perang terus berlanjut adalah kebutuhan Netanyahu untuk bertahan dari tekanan hukum dan politik. Jika perang dihentikan, koalisi sayap kanan yang menopang kekuasaannya kemungkinan besar akan runtuh”, tulis surat kabar tersebut.

Krisis Legitimasi dan Isolasi Internasional

Dalam laporan yang sama, The Telegraph juga mencatat bahwa ketidakpuasan tidak hanya muncul di kalangan pasukan, tapi juga di antara elite Militer. Para jenderal menyuarakan kekhawatiran bahwa keterlibatan mereka dalam operasi kemanusiaan yang berubah menjadi pembantaian sipil, termasuk distribusi bantuan yang disertai blokade, justru semakin memperburuk citra internasional Israel.

“Dengan semakin besarnya tekanan global dan menjauhnya sekutu-sekutu tradisional, kredibilitas moral dan politik Israel telah runtuh”, tulis mereka.

Kelaparan Lebih Mematikan dari Bom

IRNA mencatat bahwa hingga kini, rezim Zionis masih memblokir masuknya bantuan kemanusiaan secara sistematis, meskipun ada seruan global untuk gencatan senjata dan pengiriman bantuan. Akibatnya, jumlah korban meninggal akibat kelaparan, penyakit, dan kekurangan obat-obatan kini telah melampaui jumlah korban tewas akibat serangan langsung Israel.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *