Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat Palestina

Lingkaran Internal Zionis Akui Kelaparan Anak-Anak Gaza Tak Bisa Dibenarkan

POROS PERLAWANAN — Media, analis, dan tokoh Zionis sendiri mulai mengakui kegagalan total Israel dalam membenarkan tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza. Gambar-gambar memilukan anak-anak yang kelaparan dan kematian massal akibat blokade total telah memukul telak kredibilitas Tel Aviv. Narasi “pembelaan diri” yang selama ini dijual ke Barat kini resmi bangkrut.

Mengutip Tasnimnews pada Minggu 27 Juli, media-media berbahasa Ibrani secara luas menyoroti krisis kelaparan di Gaza yang telah mencapai titik nadir. Mereka mengakui bahwa bahkan media internasional yang selama ini cenderung pro-Israel tidak mampu lagi menutupi atau membenarkan bencana ini.

Dunia Melihat dan Menilai

Surat kabar Daily Express, media sayap kanan Inggris yang selama ini cenderung pro-Israel memuat di sampul depannya gambar seorang anak Gaza yang kelaparan dengan tajuk jelas: “Please, stop this”. Sebuah seruan yang mencerminkan kejutan dan kemuakan global atas realitas di lapangan.

Koresponden Channel 12 Israel, Ohad Hamo menyampaikan dalam siarannya: “Ada orang-orang di Gaza yang tidak makan selama berhari-hari. Mereka sakit, lemas, pusing, dan telah kehilangan puluhan kilogram berat badan. Yang mereka lakukan hanyalah mencari makanan dan sering kali tidak menemukan apa pun.”

Dari Mossad Hingga Kantor Perdana Menteri: Suara Kritik dari Dalam

Mantan Kepala Departemen Tahanan dan Orang Hilang di Mossad, Rami Igra menyatakan bahwa “gambar-gambar dari Gaza tidak dapat dimaafkan” dan bahwa opini publik internasional kini berbalik cepat dan tajam memusuhi Israel.

Hal senada disampaikan oleh analis Channel 13 Israel, Moria Asraf-Walberg: “Narasi dan kebijakan Israel di dunia telah gagal total.”

Mantan Penasihat Perdana Menteri, Assaf Sharif mengaku: “Jika saya masih menjabat, saya akan segera menyerukan penghentian perang. Gambar-gambar dari Gaza mencerminkan kegagalan menyeluruh Israel, baik secara militer maupun moral.”

Ini Krisis Moral, Politik, dan Propaganda

Salah satu surat kabar utama Israel, Yedioth Ahronoth menulis: “Perang kelaparan yang disengaja terhadap Gaza telah menjerumuskan Israel ke dalam krisis moral, politik, dan media yang belum pernah terjadi sebelumnya. Gambar anak-anak yang kelaparan di Gaza adalah realitas yang tidak bisa dijelaskan dengan logika apa pun yang masih manusiawi.”

Mereka juga menambahkan: “Kegagalan media Israel bukanlah soal strategi atau kemampuan komunikasi. Ini soal kenyataan itu sendiri, bagaimana mungkin seseorang membenarkan gambar seorang anak kurus kering, memakan tanah karena tak tahan lagi menahan lapar?”

Retorika Kosong Tak Lagi Berfungsi

Menggunakan selebritas, membentuk komite media, atau mengadakan konferensi pers hanya menjadi pertunjukan tanpa makna di hadapan kenyataan brutal di Gaza. Israel, menurut Yedioth, memulai perang ini tanpa tujuan yang jelas, dan kini semua pihak baik tahanan Israel, tentara, maupun warga Gaza menanggung akibatnya.

Analis Politik Zionis, Gadi Ezra mengakui: “Perang ini menciptakan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Upaya memperbaiki citra dengan mendirikan pos bantuan justru menjadi bumerang karena titik distribusi berubah menjadi lokasi kekacauan dan konflik, memperburuk posisi Israel di mata dunia.”

Ia menambahkan bahwa kegagalan dalam perencanaan, koordinasi, dan distribusi bantuan telah menjadikan perang ini bukan hanya kekalahan militer, melainkan juga kehancuran reputasi dan hilangnya apa yang tersisa dari “legitimasi” Israel.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *