Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Situs AS: Beijing Lawan Washington Lewat Rekrutmen Pilot Tempur Skala Besar

Jet Tempur F-18 AS Kembali Terjungkal di Laut Merah

POROS PERLAWANAN — Dalam laporan terbarunya, situs analisis strategis The National Interest menyatakan bahwa Tiongkok telah meluncurkan strategi ekstensif untuk membangun kekuatan udara berbasis kapal induk, di tengah krisis berkepanjangan kekurangan pilot yang menghantui Militer Amerika Serikat. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari persaingan strategis jangka panjang antara dua kekuatan besar global.

Pada Minggu 27 Juli, IRNA mengutip laporan tersebut yang menyebut bahwa meskipun semua cabang Militer AS telah memenuhi target rekrutmen untuk tahun fiskal 2025, kekurangan pilot tetap menjadi masalah kritis. Kompetisi finansial dari maskapai sipil serta keterbatasan kapasitas pelatihan menjadi penyebab utama yang tak kunjung terselesaikan oleh Pentagon.

Sebagai respons, Angkatan Udara AS telah menawarkan insentif finansial serta menggandeng sektor swasta untuk mempertahankan dan merekrut pilot. Namun, upaya tersebut dinilai tidak sebanding dengan apa yang sedang dilakukan Beijing.

Beijing Rekrut Pilot dari Jalur Sipil dan Militer

Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) diketahui telah mencapai rekor jumlah pilot untuk kapal induk mereka, menurut Global Times. Upaya ini berlangsung bersamaan dengan uji coba laut kapal induk generasi ketiga Tiongkok, Fujian (Tipe 003), yang dilengkapi dengan sistem peluncuran elektromagnetik, teknologi yang lebih maju dari sistem “ski-jump” sebelumnya dan memungkinkan peluncuran jet tempur yang lebih berat dan canggih.

Tak lagi terpaku pada jalur rekrutmen tradisional dari akademi militer, Beijing kini merekrut dari berbagai latar belakang: siswa sekolah menengah, mahasiswa universitas militer, bahkan lulusan sarjana dan magister dari kampus sipil. Langkah ini membuka keran bakat baru dan menciptakan cadangan strategis yang luas.

Analis Militer senior Tiongkok, Fu Qianshao menyatakan kepada Global Times: “Diversifikasi jalur pelatihan memungkinkan peningkatan kualitas dan kuantitas pilot. Bahkan jika jumlah pilot melebihi ketersediaan pesawat saat ini, ini menjamin kesiapsiagaan jika terjadi perang, krisis medis, atau rotasi tempur.”

Tiongkok Percepat Transformasi Angkatan Udara

Dalam konteks ini, rekrutmen besar-besaran bukan hanya taktis, namun strategis. Menurut laporan tersebut, pembangunan kapal induk keempat Tiongkok sedang berlangsung dan kabarnya akan bertenaga nuklir serta mampu mengerahkan lebih banyak pesawat tempur daripada kapal sebelumnya.

Fu menambahkan bahwa pilot masa depan tidak hanya dituntut piawai menerbangkan pesawat, tetapi juga harus menguasai sistem peperangan elektronik dan teknologi multidimensi lainnya. “Pelatihan harus dipercepat karena medan perang modern menuntut kompetensi lintas-disiplin. Ini bukan sekadar soal jumlah, tapi soal dominasi udara dalam konteks baru.”

Washington Tertinggal, Beijing Melangkah Senyap tapi Strategis

Ketika Washington bergelut dengan krisis internal dalam perekrutan dan mempertahankan kualitas personel militernya, Beijing justru bergerak sistematis, merancang struktur militer jangka panjang yang berorientasi pada kesiapan total. Dalam kacamata geopolitik multipolar, ini bukan sekadar kompetisi teknologi militer, tetapi pertarungan model kepemimpinan global.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *