Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Prasyarat Aneh Tel Aviv bagi Damaskus Jelang Perundingan di Baku

Netanyahu dan Jolani Bersatu Gerogoti Wilayah Lebanon

POROS PERLAWANAN – Menjelang perundingan yang dijadwalkan digelar pada Kamis (31/7) di Baku, ibu kota Azerbaijan, antara Suriah dan entitas Zionis, media Israel melaporkan adanya prasyarat kontroversial yang diajukan Tel Aviv sebagai syarat keterlibatannya dalam dialog langsung dengan pemerintah Damaskus.

Menurut laporan Tasnim News Agency, media-media berbahasa Ibrani pada Rabu malam mengungkap bahwa pihak Israel, melalui Menteri Urusan Strategis Ron Dermer, telah menyampaikan satu prasyarat utama kepada Menteri Luar Negeri Suriah, Asad Sheibani.

Isi Prasyarat: Pengusiran Kelompok Bersenjata Jolani

Stasiun televisi Kan 11 melaporkan bahwa Ron Dermer mengirimkan pesan resmi kepada Sheibani, menyatakan bahwa Israel hanya bersedia duduk dalam perundingan bilateral jika wilayah selatan Suriah, mulai dari Sweida hingga Damaskus dibersihkan sepenuhnya dari keberadaan kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan pemerintahan sementara Suriah pimpinan Ahmed al-Sharaa, alias Abu Muhammad al-Jolani.

Al-Jolani, yang dikenal sebagai pemimpin Haiat Tahrir al-Sham dan saat ini mengklaim kepemimpinan atas pemerintahan sementara Suriah yang berbasis di Idlib, dianggap oleh Tel Aviv sebagai aktor destabilisasi di wilayah selatan Suriah.

Menurut Dermer, pemenuhan syarat tersebut menjadi “landasan minimum” bagi Israel untuk membuka jalur komunikasi tanpa mediasi dengan Damaskus.

Pertemuan Langka di Tengah Ketegangan Regional

Sumber diplomatik yang dikutip AFP mengonfirmasi bahwa pertemuan antara Dermer dan Sheibani dijadwalkan berlangsung di Baku pada Kamis, dengan agenda utama: meninjau eskalasi keamanan di wilayah selatan Suriah, terutama terkait aktivitas kelompok bersenjata non-negara, infiltrasi lintas batas, serta penempatan milisi pro-Iran.

Pertemuan ini menjadi interaksi resmi tingkat tinggi pertama antara kedua pihak sejak meningkatnya ketegangan di kawasan akibat operasi militer Israel di Suriah dalam beberapa bulan terakhir, termasuk serangan udara di wilayah Aleppo dan Daraa.

Konteks dan Tanda Tanya

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Suriah terkait prasyarat yang diajukan Israel. Namun, sejumlah analis regional menilai syarat tersebut sebagai bentuk prasyarat ofensif yang ditujukan bukan untuk mencapai kemajuan diplomatik, melainkan untuk melemahkan posisi Damaskus di kawasan selatan.

Pengamat geopolitik dari Teheran menyebut prasyarat ini sebagai “bentuk intervensi terbuka” dalam urusan internal Suriah dan upaya Tel Aviv untuk mendikte konfigurasi militer internal negara tetangga.

Dengan demikian, keberlangsungan dan arah perundingan di Baku masih diliputi ketidakpastian, terlebih jika Damaskus menolak tunduk pada tekanan politik semacam ini.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *