Hamas Serukan ‘Hari Solidaritas Global untuk Gaza’ pada 3 Agustus
POROS PERLAWANAN – Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyerukan mobilisasi massa berskala internasional pada Minggu, 3 Agustus 2025, sebagai bagian dari “Hari Solidaritas Global” untuk mendukung rakyat Gaza, Yerusalem, Masjid Al-Aqsa, dan para tahanan Palestina yang berada dalam penjara pendudukan.
Dalam pernyataan resminya yang dilansir Tasnimnews, Hamas mengajak rakyat di seluruh dunia untuk turun ke jalan menyuarakan kecaman terhadap agresi militer Israel yang mereka sebut sebagai “genosida terbuka” dan “perang kelaparan” terhadap lebih dari dua juta warga Gaza yang saat ini hidup di bawah pengepungan total.
Fokus Aksi dan Target Diplomatik
Hamas menekankan bahwa Hari Solidaritas Global ini bukan sekadar simbolik, tetapi merupakan momentum untuk:
1. Menggelar aksi massa dan demonstrasi serentak di berbagai negara sebagai bentuk perlawanan politik terhadap pendudukan.
2. Mengorganisasi protes di depan kantor-kantor diplomatik Israel, Amerika Serikat, dan negara-negara yang dinilai terlibat atau mendukung agresi terhadap Palestina.
3. Membangun gerakan rakyat lintas bangsa, nasional, Arab, Islam, dan internasional yang menyatukan kekuatan politik, diplomatik, dan moral untuk menghentikan kekejaman yang berlangsung.
Krisis Kemanusiaan di Gaza Memuncak
Seruan ini muncul di tengah krisis kemanusiaan yang semakin dalam di Jalur Gaza. Sejak diberlakukannya blokade total oleh militer Israel pada Maret 2025, Gaza mengalami kelumpuhan menyeluruh:
1. Laporan dari sumber medis lokal menyebutkan bahwa kelaparan sistematis telah menyebabkan kematian massal, terutama di kalangan anak-anak dan warga sakit.
2. Infrastruktur kesehatan runtuh: rumah sakit tak lagi berfungsi, suplai medis terputus, dan ribuan pasien tidak tertangani.
3. Lebih dari 204.000 warga Palestina gugur, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak, menjadikan kampanye militer ini salah satu paling berdarah dalam sejarah konflik modern.
4. 14.000 warga masih hilang, dan ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi ke reruntuhan bangunan atau kamp-kamp darurat tanpa akses pada kebutuhan dasar.
Gelombang Solidaritas Dunia
Dalam sepekan terakhir, protes solidaritas telah berlangsung di berbagai penjuru dunia dari Asia Tenggara, Afrika, Timur Tengah, hingga Eropa Barat, menyerukan penghentian blokade dan agresi terhadap Gaza. Banyak di antaranya juga mengecam peran Amerika Serikat dalam memberikan dukungan militer dan politik kepada Israel.
Para pengamat menilai bahwa seruan Hamas untuk aksi global pada 3 Agustus merupakan bagian dari strategi perlawanan non-militer untuk menginternasionalkan penderitaan Gaza dan menekan negara-negara pendukung pendudukan melalui opini publik global.
Dengan situasi kemanusiaan di Gaza yang berada pada titik nadir, seruan Hamas ini dipandang sebagai alarm terakhir untuk menggugah dunia bahwa kebungkaman terhadap genosida bukanlah posisi netral, melainkan bentuk keterlibatan aktif dalam kejahatan yang sedang berlangsung.
