Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Terpantau, Pergerakan Pasukan dan Senjata di Perbatasan Barat Irak

POROS PERLAWANAN – Sumber-sumber terpercaya di ibu kota Irak mengonfirmasi kepada Kantor Berita Tasnim bahwa milisi-milisi suku Arab dari provinsi Anbar terlibat aktif dalam pertempuran di provinsi Sweida, Suriah, yang meletus dua pekan lalu. Arus pergerakan personel bersenjata dan logistik militer dari wilayah barat Irak ke Sweida masih terus berlangsung secara terorganisir.

Menurut informasi yang diperoleh pada Kamis (31/7), elemen-elemen bersenjata dari suku-suku Arab Anbar telah bergabung dengan faksi bersenjata pro-pemerintah Suriah yang beroperasi di bawah komando Mohammed al-Jolani, pemimpin kelompok Haiat Tahrir al-Sham (HTS). Pasukan ini membawa serta persenjataan ringan hingga semi-berat, memperkuat barisan Arab Suriah dalam konfrontasi bersenjata di Sweida.

Pascamundurnya elemen Pasukan Pertahanan Nasional (NDF) Suriah dari beberapa sektor di Sweida, milisi suku Arab dari kawasan Badia, wilayah gurun selatan dan tenggara Suriah bergerak menuju zona konflik untuk mendukung kekuatan pro-Jolani melawan kelompok-kelompok Druze bersenjata lokal.

Kini, terkonfirmasi bahwa milisi asal Irak telah melintasi perbatasan dan secara aktif bergabung dalam operasi tersebut. Namun hingga kini, pejabat resmi Kementerian Dalam Negeri Irak belum mengeluarkan pernyataan terkait aktivitas lintas batas yang berlangsung di sepanjang perbatasan provinsi Anbar dengan Suriah.

Dalam pernyataan kepada media lokal, Syekh Raad al-Sulaiman, tokoh berpengaruh di lingkungan suku Anbar menegaskan:

“Kami tidak akan tinggal diam atas perlakuan kelompok Druze terhadap saudara-saudara Arab kami di Suriah. Para pemuda kami siap berjuang demi martabat bangsa Arab dan kehormatan suku.”

Pernyataan ini menambah bobot laporan tentang keterlibatan langsung unsur milisi dari Irak barat dalam koalisi militer yang berafiliasi dengan HTS di Sweida.

Di sisi lain, laporan intelijen lokal menunjukkan adanya peningkatan mobilisasi militer di wilayah barat Irak dalam beberapa hari terakhir. Pasukan Mobilisasi Populer (al-Hashd al-Shaabi) telah memperkuat posisinya di wilayah Anbar untuk mencegah potensi infiltrasi elemen teroris yang diduga mendapat dukungan dari aktor-aktor negara di wilayah tetangga.

Kementerian Pertahanan Irak menegaskan bahwa kendali atas seluruh jalur perbatasan barat tetap berada di tangan Angkatan Bersenjata nasional. Upaya pencegahan terhadap setiap bentuk pelanggaran keamanan atau ancaman terhadap integritas wilayah negara ditegakkan secara “terstruktur, presisi, dan menyeluruh.”

Mengingat sejarah keterhubungan etnis dan ideologis antara suku-suku Badui Suriah dan suku-suku Arab Irak, tidak berlebihan untuk memperkirakan bahwa koordinasi militer lintas batas ini akan terus berlanjut. Jika eskalasi regional kembali meningkat, aliansi ini berpotensi mengalihkan fokus ke garis konflik dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di wilayah timur laut Suriah, alih-alih mempertahankan garis tempur di Sweida.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *