Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Think Tank Israel Akui Perang 12 Hari terhadap Iran Gagal Capai Tujuan Strategis

Think Tank Israel Akui Perang 12 Hari terhadap Iran Gagal Capai Tujuan Strategis

POROS PERLAWANAN — Sebuah lembaga pemikir keamanan dalam negeri Israel mengakui bahwa operasi militer 12 hari yang dilancarkan terhadap Republik Islam Iran tidak menghasilkan capaian strategis yang diharapkan dan justru menimbulkan dampak kontra-produktif. Hal ini diungkap dalam laporan evaluatif yang dirilis pada Jumat 1 Agustus oleh Israel Homeland Security Think Tank, seperti dikutip Kantor Berita Tasnim.

Laporan tersebut menganalisis secara mendalam dinamika perang singkat antara Israel dan Iran, serta menyoroti dampaknya terhadap stabilitas internal Iran, upaya pelemahan kekuasaan negara, dan kemungkinan perubahan rezim.

Tujuan Terselubung: Gangguan Program Nuklir dan Provokasi Internal

Menurut laporan tersebut, meskipun sejumlah tokoh rezim Israel sempat menyampaikan harapan akan keruntuhan Pemerintahan Iran, secara resmi Israel tidak menetapkan “regime change” sebagai tujuan langsung perang. Sasaran utama dari operasi militer ini adalah penundaan kemajuan program nuklir dan rudal Iran melalui serangan terfokus terhadap infrastruktur strategis.

Namun, lembaga pemikir itu mengungkap bahwa pada minggu kedua konflik, sejumlah serangan mulai diarahkan pada simbol-simbol institusional Iran dengan tujuan memprovokasi keresahan publik. Di antara target serangan adalah Penjara Evin dan markas pasukan keamanan internal serta unit Basij.

Dampak Negatif dan Kecaman Internasional

Salah satu insiden yang mendapat sorotan dalam laporan adalah serangan udara terhadap Penjara Evin di Teheran. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa di kalangan sipil, termasuk tahanan, pengunjung, dan staf penjara, serta penduduk sekitar. Serangan ini, menurut lembaga pemikir tersebut, menimbulkan kecaman luas, bahkan dari kalangan oposisi Iran, dan dinilai tidak memberikan hasil strategis yang diharapkan.

“Alih-alih memicu protes publik, serangan terhadap simbol-simbol negara justru memicu kritik keras terhadap Israel”, tulis laporan tersebut.

Serangan terhadap pos keamanan dan fasilitas militer internal juga dinilai tidak efektif dalam membangkitkan aksi massa. Laporan menyatakan tidak ditemukan indikasi bahwa masyarakat Iran melakukan mobilisasi atau perlawanan terhadap Pemerintah selama agresi berlangsung.

Iran Pertahankan Kohesi dan Pulihkan Stabilitas

Laporan think tank itu juga mencatat bahwa Pemerintah Iran berhasil mempertahankan kohesi internalnya di tengah tekanan militer dan propaganda asing. Pemulihan dari dampak awal serangan dinilai berlangsung cepat dan terkoordinasi.

“Pemerintah Iran menunjukkan ketahanan kelembagaan dan kemampuan adaptif terhadap guncangan eksternal”, demikian kesimpulan utama dalam laporan tersebut.

Kesimpulan Evaluatif

Laporan think tank ini menegaskan bahwa operasi militer selama 12 hari tersebut gagal mencapai efek strategis yang diharapkan oleh para perancang kebijakan Israel. Tidak hanya target militer dan nuklir Iran tetap berfungsi dalam kapasitas signifikan, tetapi upaya untuk menggoyahkan stabilitas domestik Iran juga terbukti tidak berhasil.

Dengan pengakuan ini, lembaga pemikir Israel secara tidak langsung menunjukkan bahwa strategi militer unilateral terhadap Iran, tanpa dukungan perubahan struktural internal, tidak efektif dalam menciptakan perubahan strategis di Kawasan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *