Gema Perlawanan dari Karbala: Umat Dunia Satukan Barisan untuk Gaza
POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, kota suci Karbala di Irak menjadi pusat perhatian dunia saat lebih dari 400 tokoh dari 60 negara berkumpul dalam Konferensi Seruan Al-Aqsa IV yang resmi ditutup pada Minggu 3 Agustus. Konferensi ini menjadi ajang internasional untuk menggalang solidaritas terhadap Palestina dan menyoroti kondisi mengenaskan di Gaza yang terus menderita akibat blokade dan kelaparan.
Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat dukungan global terhadap perjuangan Palestina, dengan menekankan pentingnya persatuan agama dalam membela Masjid al-Aqsa yang terus menjadi sasaran pelanggaran oleh pemukim ekstremis Israel. Serangan berulang terhadap situs suci ini telah memicu ketegangan dan konfrontasi di antara jamaah Palestina, menambah luka yang terus menganga di bawah pendudukan.
Konferensi ini pertama kali dimulai pada 2022 melalui kolaborasi antara berbagai organisasi, termasuk Sekretariat Jenderal Makam Imam Hussain dan Dar al-Ifta Irak. Salah satu tujuan utama adalah memperkuat koneksi moral dan spiritual antara nilai-nilai kebangkitan Imam Husain dan perlawanan rakyat Palestina. Kehadiran jutaan peziarah di Karbala memberikan momentum kuat bagi penyebaran pesan solidaritas ini ke seluruh dunia Muslim.
Dalam pernyataan penutup, para peserta menekankan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan sekadar sikap politik, melainkan kewajiban moral dan spiritual. “Kami berkomitmen mengikuti jalan Imam Hussain, untuk menegakkan keadilan dan melawan kezaliman di mana pun,” bunyi pernyataan tersebut. Mereka juga menyatakan dukungan penuh terhadap pembebasan seluruh wilayah Palestina “dari sungai hingga laut.”
Konferensi ini secara tegas menolak segala bentuk normalisasi hubungan dengan entitas Zionis, menyebutnya sebagai bentuk keterlibatan dalam kejahatan terhadap kemanusiaan. Boikot terhadap “Israel” pun ditegaskan sebagai kewajiban moral, etika, dan agama, bukan sekadar pilihan.
Seruan juga ditujukan kepada komunitas internasional untuk bertanggung jawab atas kelambanan mereka dalam menghadapi kekejaman di Gaza. Diamnya dunia disebut sebagai bentuk keterlibatan diam-diam dalam pelanggaran hak asasi manusia.
Para peserta mendorong pembentukan doktrin hukum dan agama untuk mendukung perlawanan Palestina, serta memuji keberanian rakyat Gaza yang terus bertahan. Konferensi ini juga memberikan penghormatan khusus kepada Sayyid Ali al-Sistani atas dukungan konsistennya terhadap Palestina.
Dengan berakhirnya Konferensi Seruan Al-Aqsa IV, suara-suara dari Karbala menggema hingga Gaza menegaskan bahwa pembelaan terhadap Palestina akan terus hidup di hati umat yang berjuang demi keadilan dan kebebasan.
