Pemerintah AS Rela Bahayakan Nyawa Warganya Demi Kepentingan Israel
POROS PERLAWANAN – Di saat tiadanya anggaran bencana alam di Texas telah menyebabkan tewasnya lebih dari seratus warga dalam bencana banjir bulan lalu, Pemerintahan Donald Trump mengumumkan, Negara-negara Bagian dan kota-kota yang memboikot perusahaan-perusahaan Israel tidak akan menerima anggaran penanganan bencana alam.
Diberitakan Fars, berdasarkan syarat-syarat yang diumumkan Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA), Negara-negara Bagian harus memberikan jaminan bahwa mereka tidak menghentikan hubungan dagang dengan perusahaan-perusahaan Israel, supaya mereka memenuhi syarat untuk menerima bantuan.
Sehubungan dengan ini, Kantor Berita Reuters pada Senin 4 Agustus kemarin melaporkan, syarat ini mencakup setidaknya 1,9 miliar Dolar, yang menjadi tumpuan Negara-negara Bagian untuk memenuhi sejumlah biaya, seperti perangkat pencarian dan penyelamatan, gaji para manajer darurat, dan sistem listrik dukungan.
Ini adalah contoh termutakhir dari kebijakan Pemerintahan Trump untuk menggunakan anggaran federal demi memuluskan tujuan-tujuan politisnya di level Negara-negara Bagian.
Pada bulan lalu, peristiwa banjir di Negara Bagian Texas menyebabkan sedikitnya 135 warga AS kehilangan nyawa mereka. Para pakar menyatakan, kerugian banjir tersebut bisa saja diminimalkan secara signifikan dengan memasang sirene peringatan. Namun tiadanya anggaran penanganan bencana alam senilai satu juta Dolar menyebabkan jatuhnya banyak korban.
Syarat di atas diberlakukan dalam rangka menindak Gerakan Boikot, Disinvestasi, dan Sanksi atas Israel (BDS). BDS melancarkan kampanye besar demi memberi tekanan ekonomi kepada Israel agar mengakhiri pendudukan wilayah-wilayah Palestina.
