Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Intervensi Istri Netanyahu dalam Pemilihan Petinggi Keamanan Israel

Intervensi Istri Netanyahu dalam Pemilihan Petinggi Keamanan Israel

POROS PERLAWANAN – Melalui sebuah pernyataan yang diekspos baru-baru ini, Sara Netanyahu mengkritik pedas Kepala Staf Militer Israel, Jenderal Eyal Zamir. Sara secara terang-terangan menyatakan bahwa dirinya menentang pengangkatan Zamir untuk menempati posisi tersebut.

Dikutip Mehr dari Kantor Berita Sama, dalam sebuah percakapan pribadi yang dilakukan beberapa hari lalu, Sara mengatakan,”Saya sudah tahu bahwa Eyal Zamir tidak akan kuat menahan tekanan media. Saya memberi tahu suami saya (Netanyahu) bahwa semestinya dia tidak mengangkat Zamir sebagai Kepala Staf Militer.”

Menurut laporan Kanal 12 Israel, ini bukan satu-satunya statemen istri PM Israel itu tentang Zamir. Berdasarkan penelusuran stasiun televisi ini, Sara pada Mei silam mengutarakan ketidakpuasannya atas pendirian Zamir di hadapan sejumlah anggota Partai Likud.

“Kalian lihat Kepala Staf Militer? Kalian dengar apa yang dikatakannya? Dia memprioritaskan pembebasan tawanan, bukan penghancuran Hamas,” ujar Sara saat itu.

Statemen terbaru ini kembali mengungkap pengaruh dan intervensi Sara dalam kebijakan-kebijakan keamanan dan militer Israel. Apalagi di saat Militer Israel sedang berada dalam tekanan opini publik lantaran kegagalan mewujudkan tujuan-tujuan perang dan krisis tawanan Israel yang ada di tangan Perlawanan Palestina.

Di lain pihak, putra PM Israel, Yair Netanyahu, juga kembali memicu kontroversi melalui pesannya di dunia maya. Dia pun turut mengkritik Zamir dalam pesan tersebut.

Yair menuding Zamir melakukan pembangkangan militer di Tanah Pendudukan, sebab dia menentang rencana Netanyahu untuk menduduki Gaza sepenuhnya lantaran mengkhawatirkan dampak-dampaknya.

Sebelum unggahan dari Yair, analis masalah militer Yedioth Ahronoth menyatakan bahwa jika Netanyahu ingin menduduki Gaza sepenuhnya, dia mesti melakukan transparansi soal biaya-biauanya, sebab Militer menentang rencana tersebut.

Menanggapi pernyataan itu, Yair dalam pesannya menulis,”Kami tahu siapa yang mengajarimu untuk memublikasikan statemen ini. Ini adalah sebuah pembangkangan dan upaya kudeta militer, sama seperti yang terjadi di Republik Pisang di Amerika Tengah.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *