Uni Eropa Terbelah: Pejabat Senior Sebut Tindakan Israel di Gaza Hampir Setara dengan Genosida
POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, dalam sebuah pernyataan yang mencengangkan, Wakil Presiden Komisi Uni Eropa, Teresa Ribera mengecam keras tindakan militer Israel di Gaza dan menyebutnya “sangat mirip dengan genosida.” Pernyataan ini menggema di tengah ketegangan yang semakin meningkat di Eropa terkait perang yang telah berlangsung sejak Oktober 2023. Ribera, yang biasa menangani isu-isu iklim dan anti-trust, bukanlah seorang diplomat luar negeri, namun pernyataannya mengundang perhatian besar karena mengungkapkan ketidaksepakatan dengan posisi resmi Uni Eropa mengenai konflik ini.
Dalam wawancara dengan Politico, Ribera mengungkapkan bahwa kekerasan yang terjadi di Gaza, termasuk pembunuhan dan kelaparan yang melanda rakyat Palestina, seakan mencerminkan definisi genosida yang sering digunakan dalam hukum internasional. “Jika bukan genosida, itu terlihat sangat mirip dengan definisi yang digunakan untuk mengekspresikan maknanya,” kata Ribera, menunjukkan keprihatinannya terhadap kondisi mengerikan yang dihadapi oleh warga Gaza. Ribera menggambarkan kondisi di Gaza sebagai situasi di mana “populasi nyata menjadi sasaran, dibunuh, dan dijatuhi hukuman agar mati kelaparan,” merujuk pada serangan yang terus-menerus terhadap wilayah yang sudah terkepung itu.
Pernyataan ini memicu perdebatan sengit di dalam Uni Eropa. Selama ini, Komisi Eropa telah mengkritik tindakan Israel sebagai pelanggaran hak asasi manusia, namun secara hati-hati menghindari penggunaan istilah genosida. Ribera, meskipun tidak memiliki mandat dalam kebijakan luar negeri, secara terbuka menyuarakan pendapat yang lebih keras, menggambarkan perubahan signifikan dalam sikap internal Uni Eropa terhadap Israel.
Situasi di Gaza sendiri semakin memburuk, dengan ribuan korban jiwa dan bencana kemanusiaan yang semakin dalam. Infrastruktur sipil telah hancur, dan akses ke kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan perawatan medis sangat terbatas. Israel sendiri menanggapi tuduhan genosida dengan penolakan tegas, tetapi ini tidak menghentikan meningkatnya tekanan internasional terhadap negara tersebut.
Di tengah ketegangan ini, dukungan Eropa terhadap Israel juga semakin dipertanyakan. Negara-negara Eropa, yang selama ini menjadi sekutu utama Israel, mulai merasa tertekan untuk mengevaluasi kembali hubungan mereka. Komentar Ribera mencerminkan pergeseran penting dalam pandangan publik Eropa terhadap Israel, yang sebelumnya cenderung mendukung kebijakan Tel Aviv secara lebih kuat. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bahkan memperingatkan bahwa jika Eropa gagal menahan Israel bertanggung jawab, maka “kita membunuh kredibilitas kita sendiri di seluruh dunia.”
Pergeseran sikap ini menandakan adanya ketidakpastian dalam kebijakan luar negeri Eropa, yang selama ini dikenal lebih mendukung Israel. Seiring dengan meningkatnya seruan untuk akuntabilitas, tidak menutup kemungkinan bahwa Uni Eropa akan mengambil langkah lebih tegas dalam menyikapi tindakan Israel di Gaza.
