Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Fraksi Hizbullah: Pemerintah Lebanon Jadi ‘Pelaksana Instruksi-instruksi AS’

Fraksi Hizbullah: Pemerintah Lebanon Jadi Pelaksana Instruksi-instruksi AS

POROS PERLAWANAN – Fraksi al-Wafa di Parlemen Lebanon pada hari Kamis 7 Agustus menyatakan, komitmen PM Nawaf Salam terhadap usulan-usulan AS sama saja dengan kudeta terhadap komitmennya untuk melaksanakan pasal-pasal dalam statemen kementeriannya.

Fars memberitakan, fraksi yang berafiliasi kepada Hizbullah ini menegaskan, sejumlah pimpinan di Lebanon mematuhi dikte-dikte pihak asing dan tekanan AS.

“Ketergesaan mencurigakan dan tidak logis Pemerintah Lebanon serta Perdana Menteri dalam menerima usulan AS, adalah penentangan terhadap Perjanjian Thaif dan memusnahkan tiang-tiangnya,” tegas al-Wafa.

Al-Wafa menilai bahwa Perjanjian Thaif menjaga hak Lebanon untuk membela diri. “Upaya-upaya Pemerintah untuk menyita persenjataan Hizbullah hanyalah pelayanan kepada Musuh Zionis dan melucuti elemen terpenting kekuatan Lebanon.”

“Dua Elemen Nasional (Hizbullah dan Amal) bersama berbagai faksi, tokoh, dan sejumlah besar warga Lebanon menentang sikap Pemerintah, sebab Pemerintah tidak mampu membela diri di hadapan Rezim Zionis.”

Gerakan Amal, yang dipimpin Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, juga mengkritik keputusan Pemerintahan Salam dalam memberikan hadiah cuma-cuma kepada Rezim Zionis berupa pelucutan senjata Perlawanan.

Menurut Amal, sejak 27 November 2024, yaitu tanggal kesepakatan gencatan senjata Lebanon dan Israel, Beirut mematuhi sepenuhnya seluruh isi kesepakatan tersebut sesuai kebijakan Pemerintahan-pemerintahan Lebanon lalu dan sekarang. Di lain pihak, Israel sejak awal tidak menghormati kesepakatan tersebut. Israel terus melakukan agresi dengan melancarkan serangan udara dan teror dengan drone. Israel melanggar zona udara Lebanon dan masih menduduki sejumlah besar wilayah Lebanon, termasuk Lima Bukit.

Amal menegaskan bahwa melihat fakta-fakta ini, sepantasnya Pemerintah Lebanon, alih-alih segera memberikan hadiah gratis kepada Israel melalui kesepakatan baru, harus memusatkan upaya untuk mengukuhkan gencatan senjata dan menghentikan mesin pembunuh Israel, yang hingga kini telah menewaskan dan melukai ratusan warga Lebanon.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *