Israel Kembali Sengaja Bunuh Awak Media
POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, jurnalis Palestina Anas al-Sharif dan Mohammad Qraiqea, serta fotografer jurnalis Mohammad Nawfal dan Ibrahim Daher, tewas dalam serangan Israel yang menargetkan tenda yang digunakan oleh para jurnalis di bagian utara Jalur Gaza.
Jurnalis yang gugur, al-Sharif, telah menjadi sasaran kampanye provokasi Israel yang menuduhnya sebagai anggota sayap militer Hamas dan terlibat dalam operasi peluncuran roket.
Namun, Stasiun Televisi Al Jazeera, tempat al-Sharif bekerja, menyatakan bahwa klaim tersebut tidak berdasar sama sekali.
Dalam statemen yang dirilis pada 24 Juli 2025, Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) menyatakan bahwa al-Sharif menjadi sasaran kampanye fitnah Militer Israel.
“Militer Israel telah mengumbar klaim tanpa bukti bahwa banyak jurnalis yang mereka bunuh secara sengaja di Gaza adalah teroris, termasuk empat staf Al Jazeera — Hamza Al Dahdouh, Ismail Al Ghoul, Rami Al Refee, dan Hossam Shabat. CPJ mengklasifikasikan kasus-kasus semacam ini sebagai pembunuhan,” tandas organisasi nirlaba AS tersebut.
Menurut laporan koresponden Al Mayadeen, serangan terhadap tenda yang menampung para jurnalis dekat Rumah Sakit al-Shifa, juga melukai jurnalis Mohammad Soboh.
Sejak 7 Oktober 2023, kampanye tanpa henti Israel untuk membungkam liputan tentang kejahatan perang yang dilakukannya di Gaza telah menelan korban jiwa 237 jurnalis. Bertekad untuk menekan kebenaran tentang genosida yang dilancarkan terhadap Palestina, Rezim Pendudukan secara sistematis menargetkan mereka yang berusaha mendokumentasikan kejahatan perang yang dilakukannya.
Di saat para jurnalis Palestina mempertaruhkan, dan seringkali kehilangan, nyawa mereka untuk menyampaikan realitas Gaza kepada dunia, Israel semakin memperketat blokade medianya dengan melarang jurnalis asing masuk ke Jalur Gaza, kecuali dalam tur yang ketat dikontrol dan bersifat propagandis yang dikawal oleh pasukan Rezim Pendudukan.
