Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Manifestasi Perlawanan Imam Husain dalam Puluhan Juta Longmarch Arbain

Arbain dan Kabar Gembira Munculnya Peradaban Baru

POROS PERLAWANAN — Setiap tahun, di Karbala, Irak, jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia berkumpul dalam prosesi agung Arbain. Mereka bukan peziarah biasa, melainkan gelombang perlawanan yang hidup, lahir dari ruh perjuangan Imam Husain (a.s), dan menjadi simbol abadi penentangan terhadap kezaliman.

Kehadiran puluhan juta peziarah dari Afrika, Asia, Eropa, Amerika, dan seluruh belahan dunia menegaskan bahwa semangat perlawanan Husaini melampaui sekat agama, bangsa, dan warna kulit. Dengan keragaman bahasa dan budaya, hati mereka terpaut pada satu panji: keadilan, kebebasan, dan keberanian melawan tirani.

Keagungan ini bukanlah pertemuan acak orang asing, melainkan satu “umat besar”, bangsa perlawanan Husaini yang berdiri teguh di bawah naungan nilai-nilai universal yang diwariskan Imam Husain (a.s). Ribuan langkah menuju Karbala berpadu menjadi arus persatuan yang mengalir deras, bak sungai-sungai yang bermuara pada samudra kekuatan.

Keramahan tulus masyarakat Irak semakin mengukuhkan makna Arbain. Pintu rumah mereka terbuka lebar, melayani para peziarah dengan air, hidangan, dan segala kemudahan yang mereka miliki. Semua itu bukan hanya tradisi, melainkan pernyataan solidaritas dan penghormatan terhadap perjuangan suci Imam Husain (a.s).

Arbain bukan hanya peringatan keagamaan terbesar di dunia. Arbain adalah panggung politik dan simbol perlawanan yang nyata, menolak setiap bentuk ketidakadilan. Di setiap sudut Karbala, terpantul perlawanan terhadap musuh kebenaran, manifestasi keberanian membela yang tertindas, dan tekad menegakkan keadilan sosial sebagaimana teladan Imam Husain.

Dalam beberapa tahun terakhir, suara dukungan bagi rakyat Palestina yang tertindas menjadi gema konsisten dalam prosesi ini. Tahun ini, gelombang tekanan terhadap musuh-musuh dunia Islam, khususnya Amerika Serikat dan Israel, terasa semakin membara. Akar semangat ini salah satunya bertumbuh dari keberanian bangsa Iran yang bertahan 12 hari melawan agresi Zionis dan AS, menghadirkan harapan dan kebanggaan baru bagi umat Islam.

Simbol kekuatan perlawanan tampak jelas, dari demonstrasi serangan rudal Korps Garda Revolusi Islam Iran yang mengguncang musuh Zionis, hingga foto-foto para Pemimpin Revolusi yang terpampang bangga, menjadi penghormatan atas perjuangan melawan imperialisme dan penjajahan.

Persatuan umat Islam di jalan Husaini kini semakin kokoh. Musuh yang menyangka perjuangan ini akan padam justru dihadapkan pada kekuatan persatuan yang luar biasa, menyatukan Syiah, Sunni, bahkan non-Muslim yang tergerak oleh semangat kebebasan dan keadilan.

Persatuan ini bukanlah kebetulan, melainkan tanda mukjizat dan janji kemenangan Ilahi, sebagaimana firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 103: “Berpegang teguhlah kamu pada tali Allah, dan janganlah bercerai-berai. Ingatlah nikmat Allah kepadamu, ketika dahulu kamu bermusuhan, lalu Dia mempersatukan hatimu, sehingga dengan nikmat-Nya kamu menjadi bersaudara.”

Perlawanan Imam Husain yang abadi ini bukan hanya mengguncang musuh dan membakar semangat umat, tetapi juga menjadi seruan yang menyiapkan jalan bagi hadirnya Sang Penyelamat yang dijanjikan, Imam Mahdi (aj).

Dengan keyakinan itulah, prosesi Arbain bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal kemenangan sejati.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *