Pemimpin Tertinggi Iran Tegaskan Persatuan Bangsa sebagai ‘Perisai Baja’
POROS PERLAWANAN – Dalam peringatan wafat Imam Ali bin Musa ar-Ridha pada Senin 24 Agustus, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Ali Khamenei menegaskan bahwa persatuan antara rakyat, pejabat, dan Angkatan Bersenjata merupakan “perisai baja” yang suci dan agung, yang harus dijaga dengan segenap daya.
Dalam pidato di hadapan ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat, Ayatullah Khamenei menekankan bahwa musuh-musuh Iran telah menyadari kegagalan strategi militer untuk menundukkan Republik Islam. Karena itu, mereka kini berupaya memecah-belah bangsa melalui propaganda, adu-domba, dan infiltrasi ideologis. “Semua pihak, rakyat, pejabat, penulis, maupun pemikir wajib menjaga dan memperkuat persatuan ini,” ujar Pemimpin Tertinggi.
Peran Imam Ridha dan Ajaran Asyura
Pada bagian awal pidatonya, Ayatullah Ali Khamenei menyinggung peran Imam Ridha dalam memperluas ajaran Ahlulbait, dan menyebut kunjungannya yang kedelapan ke Khorasan sebagai momentum kebangkitan Syiah serta penyebaran nilai-nilai Asyura, khususnya semangat melawan ketidakadilan dan menolak kezaliman.
Permusuhan Amerika dan Keteguhan Iran
Menyoroti isu geopolitik, Pemimpin Tertinggi menegaskan bahwa permusuhan Amerika terhadap Iran selama lebih dari empat dekade tidak berakar pada isu terorisme, demokrasi, atau hak asasi manusia, melainkan karena “mereka ingin bangsa Iran tunduk dan mendengarkan perintah Washington”.
Ayatullah Ali Khamenei menilai permintaan agar Iran bernegosiasi dengan Amerika hanyalah pemikiran dangkal, sebab inti masalahnya adalah penolakan Iran untuk tunduk pada tekanan asing. “Bangsa Iran merasa terhina dengan tuntutan semacam itu, dan mereka akan berdiri teguh melawannya,” tegasnya.
Perlawanan terhadap Zionisme
Pemimpin Tertinggi juga menyinggung agresi Israel di Palestina, khususnya blokade yang menyebabkan anak-anak meninggal karena kelaparan. Beliau menyebut tindakan tersebut sebagai “kejahatan yang belum pernah terjadi dalam sejarah modern” dan menekankan bahwa sekadar kutukan tidak cukup. “Seperti rakyat Yaman, dunia Islam harus melakukan langkah nyata untuk menghentikan dukungan terhadap rezim Zionis,” tegasnya.
Menjaga Persatuan Nasional
Menutup pidatonya, Ayatullah Ali Khamenei menekankan pentingnya menjaga solidaritas di seluruh lini: antarwarga, antara rakyat dan Pemerintah, sesama pejabat, serta dengan Angkatan Bersenjata. Ia menyebut upaya musuh untuk merusak harmoni sosial sebagai ancaman serius.
Sebelum acara ditutup dengan pembacaan doa Ziarah Aminullah, Pemimpin Tertinggi kembali menggarisbawahi pesan penting: “Persatuan bangsa adalah perisai baja yang tidak boleh ternoda. Menjaganya adalah tugas seluruh rakyat, pejabat, penulis, peneliti, hingga pengguna media sosial.”
