Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Siap Lawan Manuver Amerika, Maduro Mobilisasi 8 Juta Orang untuk Bentuk 15.000 Unit Paramilter di Venezuela

Maduro: Dalam Kasus Genosida di Gaza, PBB Berubah Menjadi ‘Teater Absurd’

POROS PERLAWANAN – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro mengumumkan peluncuran unit milisi berbasis lokal di lebih dari 15.000 pangkalan pertahanan rakyat, dengan mobilisasi lebih dari delapan juta warga negara, sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Mengutip Kantor Berita Mehr pada Kamis 4 September, melalui AOL, Maduro menyatakan bahwa panggilan ini dilakukan menyusul peningkatan kehadiran Militer AS di Laut Karibia.

Dalam pertemuan yang disiarkan televisi Pemerintah bersama pejabat dan Angkatan Bersenjata Venezuela, ia mengatakan, “Basis kuat yang terdiri dari 4,5 juta milisi yang telah dilatih selama bertahun-tahun juga telah dikerahkan, dan lebih dari delapan juta orang yang telah terdaftar dalam Milisi Nasional Bolivarian akan bergabung dengan mereka.”

Tujuan pengorganisasian ini, menurut Maduro, adalah untuk memperkuat kekuatan logistik dan organisasi guna memastikan keamanan dan pertahanan negara dalam menghadapi ancaman internal maupun eksternal. Ia menekankan bahwa ini merupakan tahap awal dari proses berkelanjutan untuk mempersiapkan kekuatan rakyat.

Presiden Venezuela menambahkan bahwa hanya warga negara dan keluarga yang terdaftar di setiap pangkalan yang akan dipanggil hingga akhir hari Jumat, 5 September. Menurutnya, “unit milisi universal” akan dibentuk di 5.336 wilayah, dengan seperangkat pangkalan rakyat untuk pertahanan terpadu di setiap wilayah, sehingga secara total akan ada pasukan rakyat yang dimobilisasi di 15.751 pangkalan.

Ketegangan dengan Amerika Serikat

Langkah ini terjadi setelah meningkatnya ketegangan dengan Washington, menyusul pengerahan pasukan AS di perairan Karibia dengan dalih memerangi kartel narkoba Venezuela. Dua jet tempur F-16 Venezuela terbang di atas kapal perusak Angkatan Laut AS, sebuah insiden yang menurut Reuters dan dua pejabat AS terjadi di perairan internasional, memperburuk ketegangan.

Insiden ini terjadi hanya dua hari setelah AS menyerang sebuah kapal Venezuela, menewaskan 11 orang di dalamnya. Presiden AS, Donald Trump mengeklaim kapal tersebut membawa narkoba. Peristiwa ini menjadi salah satu titik eskalasi terbaru dalam hubungan kedua negara yang sudah tegang.

Analisis

Pengumuman mobilisasi milisi oleh Maduro menunjukkan strategi Venezuela untuk memperkuat pertahanan rakyat sebagai bentuk penyangga terhadap tekanan militer eksternal. Langkah ini juga memperkuat legitimasi politik domestik Maduro, dengan menekankan peran rakyat dalam pertahanan negara, sekaligus menjadi sinyal peringatan kepada Washington dan sekutunya di Kawasan.

Namun, skala mobilisasi dan jumlah pangkalan paramiliter yang diumumkan juga menghadirkan risiko peningkatan ketegangan militer yang lebih besar, terutama di perairan internasional, serta potensi eskalasi konflik jika insiden serupa kembali terjadi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *