Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hamas Kembali Tegaskan Fleksibilitasnya dalam Perundingan Gencatan Senjata

Hamas Kembali Tegaskan Fleksibilitasnya dalam Perundingan Gencatan Senjata

POROS PERLAWANAN – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menegaskan kembali komitmennya terhadap kesepakatan terbaru yang telah dicapai terkait usulan gencatan senjata terbaru untuk Gaza, bersama dengan faksi-faksi perlawanan Palestina lainnya.

Diberitakan al-Mayadeen, pernyataan dari Hamas menyatakan bahwa mereka tetap terbuka terhadap ide, saran, dan rekomendasi yang dapat menjamin gencatan senjata permanen di Gaza, penarikan penuh pasukan pendudukan dari Gaza, aliran bantuan kemanusiaan yang lancar dan tanpa syarat, serta pertukaran tawanan yang adil melalui negosiasi serius yang dilakukan melalui mediator.

Hamas terus menunjukkan fleksibilitas yang tinggi dalam negosiasi. Di sisi lain. Israel terus menghalangi semua kesepakatan dan pembicaraan untuk menimbulkan lebih banyak kekacauan di Gaza. Beberapa hari yang lalu, Perlawanan Palestina mengumumkan bahwa mereka masih menunggu tanggapan dari rezim Israel terhadap proposal yang diajukan oleh mediator pada tanggal 18 Agustus.

Selain menegaskan kembali tuntutan-tuntutannya yang tidak dapat dinegosiasikan, Hamas juga menyatakan kesediaannya untuk pembentukan pemerintahan teknokratik nasional independen; pemerintahan yang akan segera mengambil alih tanggung jawab mengelola urusan Gaza di semua sektor.

Hamas mengecam keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menduduki Kota Gaza segera setelah Perlawanan Palestina mengumumkan kesediaannya untuk menerima proposal mediator. Menurut Hamas, keputusan Netanyahu ini kembali menegaskan kengototannya dalam menghalangi setiap kemungkinan gencatan senjata.

Pandangan serupa juga telah diungkapkan di dalam Pemerintah Israel dan para pemukim Zionis. Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, mengatakan bahwa Hamas telah menyetujui proposal untuk kesepakatan. Namun Pemerintah “terus melakukan manipulasi di saat para tawanan sedang sekarat.” Lapid semakin mempertegas penolakannya untuk bergabung dengan Pemerintah Persatuan sementara.

Lapid menanggapi seruan pemimpin Blue and White, Benny Gantz, untuk membentuk “Pemerintahan Penyelamatan Sandera” selama enam bulan. Ia menjelaskan, dirinya tidak melihat alasan untuk “berpartisipasi dalam Pemerintahan yang mencakup Ben-Gvir dan Smotrich” demi mencapai kesepakatan untuk pemulangan sandera. Alih-alih, Lapid mengulang tawaran sebelumnya, yaitu memberikan Netanyahu “jaring pengaman eksternal” dari oposisi jika hal itu membantu menuntaskan kesepakatan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *