Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi

Serangan Artileri Saudi di Perbatasan Yaman dan Respons Ansharullah

POROS PERLAWANAN – TV Al-Masirah pada Minggu 7 September, melaporkan serangan artileri Saudi terhadap dua kota perbatasan, Razih dan Ghamr, di Provinsi Saada, Yaman. Serangan-serangan ini telah menimbulkan korban jiwa dan luka di kalangan warga sipil.

Menurut Anggota senior Ansharullah, respons kelompok terhadap serangan langsung dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab akan bersifat “sangat menghancurkan”. Anggota Biro Politik Ansharullah, Hizam al-Assad, dalam wawancara eksklusif dengan Tasnim News Agency, menekankan perkembangan terkini di bidang politik dan militer Yaman, termasuk dukungan bagi Gaza dan netralisasi berbagai konspirasi internal maupun eksternal.

Situasi Kompleks di Yaman

Koresponden Tasnim, Farooq Ali melaporkan dari Sanaa bahwa Yaman, yang telah mengalami perang berkepanjangan lebih dari satu dekade, menghadapi tantangan serius di bidang politik, militer, dan kemanusiaan. Negara ini telah menjadi target invasi Koalisi Agresor yang dipimpin Arab Saudi dan UEA sejak 2014. Selain menghadapi blokade ekonomi, masalah mata pencaharian, dan infrastruktur yang hancur, Yaman tetap menjadi sorotan regional dan internasional karena dukungannya terhadap perjuangan Palestina, khususnya selama perang baru-baru ini di Gaza.

Ibu Kota Yaman, Sanaa, telah menjadi pusat perlawanan terhadap tekanan asing dan berbagai konspirasi. Yaman tidak hanya menghadapi agresi militer, tetapi juga memainkan peran strategis dalam mendukung rakyat Gaza melalui operasi militer yang menentang kepentingan rezim Zionis dan sekutunya di Kawasan.

Netralisasi Konspirasi Internal dan Eksternal

Dalam beberapa bulan terakhir, Badan Keamanan Yaman berhasil mengidentifikasi dan menindak berbagai rencana konspirasi yang, menurut pejabat Yaman, didalangi oleh Amerika Serikat, rezim Zionis, serta Arab Saudi dan UEA. Tujuan konspirasi ini adalah melemahkan Front Perlawanan Yaman dan mencegah dukungan negara tersebut terhadap Palestina melalui ketidakamanan internal, provokasi kelompok tentara bayaran, dan tekanan ekonomi. Beberapa pelaku berhasil ditangkap, dan pengadilan telah menjatuhkan putusan terhadap mereka.

Perkembangan ini menunjukkan intensitas konfrontasi Yaman dengan poros AS dan rezim Zionis, yang berusaha menekan negara melalui berbagai strategi, termasuk blokade ekonomi dan serangan militer.

Kemampuan Militer Yaman

Selain langkah-langkah internal, Yaman melakukan operasi militer signifikan di bidang maritim. Angkatan Laut Yaman menggelar operasi di Teluk Aden, Selat Bab al-Mandab, dan Laut Merah untuk memblokade jalur laut menuju Tel Aviv dan mencegah kapal-kapal terkait rezim Zionis melintas. Operasi ini tidak hanya meningkatkan tekanan terhadap rezim Zionis, tetapi juga menyampaikan pesan tegas kepada Amerika Serikat dan sekutunya bahwa Yaman tetap teguh pada posisinya dalam mendukung Palestina.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *