Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Media Ibrani Soroti Ancaman Balas Dendam Rudal Yaman

POROS PERLAWANAN – Media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa pembunuhan Perdana Menteri Yaman dan beberapa menteri Kabinetnya tidak menghentikan serangan rudal Yaman ke Wilayah Pendudukan Israel. Sebaliknya, serangan meningkat, dan Yaman dikabarkan tengah merencanakan “balas dendam besar”.

Dalam setahun terakhir, Gerakan Ansharullah Yaman memanfaatkan strategi cerdas dan teknologi lokal untuk menempatkan Israel dalam posisi defensif. Sejak Juli 2024 hingga Mei 2025, serangan rudal menarget pelabuhan strategis seperti Eilat dan Bandara Ben-Gurion, serta kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel. Dampaknya meliputi kenaikan biaya asuransi dan transportasi, gangguan rantai pasokan, serta tekanan ekonomi signifikan terhadap Tel Aviv.

Perlawanan Yaman juga berhasil mempertahankan dukungan terhadap perjuangan Palestina, sekaligus menahan serangan udara balasan Israel, termasuk pengeboman pelabuhan Hudaidah dan bandara Sanaa. Peningkatan jumlah pejuang dari 220.000 pada 2022 menjadi 350.000 pada 2024, serta dukungan teknis domestik dan regional, membuat Ansharullah mampu menahan koalisi Amerika-Israel dan terus menarget kapal-kapal Barat.

Rudal Yaman dan Keterbatasan Intelijen Israel

Menurut laporan Kayhan pada Minggu 7 September, rudal Yaman semakin sulit diantisipasi karena lokasi peluncuran yang tersebar, mobilitas tinggi, serta penyimpanan di terowongan alami. Struktur ini mengurangi efektivitas intersepsi, pemantauan, dan pengintaian Israel, sehingga mereka harus meminta bantuan intelijen dari AS dan sekutu lainnya.

Ansharullah juga mendapatkan legitimasi domestik dan regional dengan memosisikan diri sebagai “pembela Palestina”, menjadikan konflik bukan sekadar militer tetapi juga isu politik-diplomatik kompleks.

Sementara Institut Angkatan Laut Amerika menyebut pertempuran di Laut Merah sebagai konfrontasi laut paling sengit sejak Perang Dunia II, termasuk keterlibatan langsung kapal perang AS. Laporan menyoroti keterbatasan armada Amerika dalam pengumpulan data intelijen, pengisian bahan bakar udara, serta pengendalian drone dan pesawat tanpa awak Yaman.

Defense One sebelumnya melaporkan bahwa Departemen Pertahanan AS membentuk unit serangan baru di Quantico, Virginia, untuk mengembangkan drone serang dengan sistem kendali frekuensi radio anti-jamming. Program ini juga menargetkan pengurangan biaya produksi drone dari $200.000 menjadi sekitar $2.000 per unit.

Laporan media Ibrani dan lembaga militer AS menegaskan bahwa strategi Ansharullah telah mengubah keseimbangan kekuatan di Kawasan, meningkatkan biaya ekonomi dan militer Israel serta sekutunya, dan menunjukkan kemampuan perlawanan lokal untuk menjadi faktor strategis signifikan di Timur Tengah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *