Drone Murah Yaman Permalukan Radar Miliaran Dolar Israel
POROS PERLAWANAN – Militer Israel kembali dipermalukan. Drone Yaman berhasil menembus Wilayah Pendudukan, menghantam Bandara Ramon di Negev, tanpa terdeteksi radar maupun dicegat sistem pertahanan udara yang selama ini digadang-gadang sebagai salah satu yang paling canggih di dunia.
Menurut laporan Rossiya El Youm yang dikutip Mehr, pada Senin 8 September, media Israel KAN mengungkap bahwa Angkatan Udara Israel sedang panik menyelidiki mengapa radar dan sistem peringatan mereka “buta” terhadap serangan tersebut. Bandara Ramon, yang menjadi target, terletak dekat Eilat dan digunakan untuk penerbangan domestik.
Lebih memalukan lagi, pejabat Militer Israel berdalih bahwa sistem pertahanan sebenarnya mendeteksi obyek tersebut, namun salah mengidentifikasikannya sebagai “pesawat bersahabat”. Dengan kata lain, drone Yaman masuk dengan mulus karena dikira “teman”.
Israel Hayom menulis bahwa investigasi awal Angkatan Udara menyimpulkan bahwa radar memang memantau pergerakan drone, tetapi tidak mengklasifikasikannya sebagai ancaman. Akibatnya, tidak ada peringatan dini, dan Bandara Ramon sempat lumpuh.
Ironinya, Israel sebelumnya membanggakan Iron Dome dan sistem pertahanan berlapis lainnya yang disebut mampu menghadapi ancaman simultan. Namun, dalam kasus ini, drone Yaman berhasil melewati semua lapisan pertahanan tanpa perlawanan berarti.
Wali Kota Eilat bahkan mengakui kekhawatirannya: serangan datang tanpa tanda-tanda awal. Sementara media Israel berspekulasi drone mungkin masuk lewat Yordania saat pertahanan sibuk menghadapi ancaman lain.
Meski Militer Israel menyebut drone itu “serupa” dengan yang sebelumnya berhasil dicegat, alasan kegagalan kali ini tetap misterius. Namun yang jelas, serangan tersebut menampar reputasi pertahanan Israel, memperlihatkan bahwa bahkan “benteng udara tercanggih” bisa dipermalukan oleh teknologi sederhana asal Yaman.
