Istanbul Memanas: Protes Pecah Usai Polisi Masuk Markas Partai Oposisi
POROS PERLAWANAN – Jalanan Istanbul memanas pada Minggu 8 September malam ketika polisi Turki bentrok dengan pengunjuk rasa setelah aparat memasuki markas Partai Rakyat Republik (CHP), partai oposisi terbesar di negara itu.
Menurut Kantor Berita Tasnim, langkah ini dipicu keputusan jaksa yang mengganti Kepala Cabang Provinsi CHP di Istanbul. Keputusan tersebut memicu gelombang protes terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa.
Pemerintah merespons dengan melarang demonstrasi di enam distrik Istanbul dan membatasi akses media sosial.
Intervensi Jaksa dan Krisis Politik
Polisi bergerak ke markas CHP ketika mantan Anggota Parlemen, Gürsel Tekin bersama komite sementara yang disahkan kejaksaan bersiap mengambil alih kepemimpinan cabang Istanbul. Langkah ini bertentangan dengan aturan internal partai dan menuai kecaman oposisi.
Kejaksaan Istanbul menyebut pemilihan Özgür Çelik sebagai Kepala Cabang Provinsi tidak sah, dan menunjuk Gürsel Tekin sebagai penggantinya. Namun, secara tradisional, jabatan ini ditentukan oleh kepemimpinan pusat partai, bukan oleh Pemerintah atau lembaga peradilan.
Ketua Umum CHP, Özgür Özel mengecam keras intervensi tersebut. “Tidak seorang pun berhak menentukan nasib partai kami. Gürsel Tekin telah resmi dikeluarkan dari partai karena perilaku politik yang tidak pantas,” ujarnya.
Sejumlah media Ankara sebelumnya juga menyoroti fenomena ini sebagai bukti Pemerintah dan lembaga peradilan semakin mencampuri urusan internal partai oposisi, menuding adanya “rekayasa politik dan sosial”.
Ikatan Pengacara Ankara turut mengecam langkah Kejaksaan. Mereka menegaskan bahwa hanya Dewan Pemilihan Tinggi Turki yang berwenang mengawasi urusan internal kepemiluan partai, sementara lembaga peradilan lain tidak memiliki hak untuk mencampuri proses kongres maupun organisasi internal partai.
