Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Laporan Mengejutkan Menkes AS: 76% Warga Amerika Idap Penyakit Kronis

POROS PERLAWANAN – Pukulan telak bagi citra “American Dream” datang dari jantung Washington. Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Robert F. Kennedy Jr., pada Jumat 6 September melaporkan fakta mengejutkan kepada Kongres: lebih dari tiga perempat warga Amerika hidup dengan penyakit kronis.

Menurut Kayhan, pada Senin 8 September, pernyataan ini muncul sehari setelah pertemuan panas Kennedy dengan anggota Kongres. Ia dihujani kritik dari Demokrat maupun Republik, yang menuding kebijakannya, termasuk pemotongan dana vaksin dan pemecatan ilmuwan, sebagai penyebab kekacauan sistem kesehatan. Adu mulut pun tak terhindarkan.

“76,4 persen orang Amerika menderita penyakit kronis. Ini mencengangkan. Saat paman saya menjadi presiden, angkanya 11 persen. Pada 1950, hanya 3 persen. Kini, 76,4 persen orang Amerika sakit,” tegas Kennedy. Ia memperingatkan, “Delapan dari sepuluh anak kita bahkan tidak memenuhi syarat untuk masuk militer karena alasan medis.”

Data ini menggambarkan wajah Amerika yang kontras dengan narasi kejayaan. Negeri yang kerap memproyeksikan diri sebagai pusat kekuatan, kesehatan, dan kebebasan kini justru tersungkur dalam krisis kesehatan publik.

Krisis yang Memecah Elite Washington

Ucapan Kennedy sontak memicu kegemparan. Anggota parlemen menudingnya merusak sistem, sementara Kennedy balik menyerang Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Ia menyebut kebijakan pandemi Covid-19, masker wajib, jaga jarak, hingga penutupan sekolah sebagai “bencana” yang sia-sia.

Kritik ini menambah jurang ketidakpercayaan publik terhadap lembaga kesehatan negara yang selama ini dianggap “otoritas sains”.

Ironisnya, hantaman juga datang dari lingkaran keluarganya sendiri. Menurut Axios, sejumlah anggota keluarga Kennedy, termasuk saudara perempuan dan keponakannya, secara terbuka mendesak agar ia mundur dari jabatannya.

Kini, dengan 76 persen rakyat sakit kronis, generasi muda yang tidak lagi sehat untuk bertugas, dan elite politik yang terpecah, laporan Kennedy bukan semata soal angka-angka statistik. Ini adalah epitaf yang menandai retaknya “American Dream”, sebuah bangsa yang sibuk menjual mimpi ke dunia, tapi tengah sekarat di rumahnya sendiri.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *