Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Pemimpin Ansharullah Yaman: ‘Kejahatan Abad Ini’ di Gaza Tak Tertandingi di Dunia

POROS PERLAWANAN — Dalam sebuah pidato yang menggugah dan penuh kemarahan, Pemimpin Gerakan Ansharullah Yaman, Sayyid Abdul Malik Badruddin Al-Houthi mengecam keras kejahatan yang tengah berlangsung di Jalur Gaza. Ia menyebutnya sebagai “Kejahatan Abad Ini”, tragedi yang menurutnya tak memiliki tandingan dalam sejarah dunia.

Mengutip saluran Al-Masirah, pada Kamis 11 September, lebih dari 700 hari telah berlalu sejak Israel memulai serangan brutal terhadap Gaza. Selama itu pula, kata Al-Houthi, dunia menyaksikan pembantaian sistematis terhadap rakyat Palestina. Lebih dari 20.000 anak-anak dan 12.500 perempuan telah kehilangan nyawa. Namun penderitaan mereka tidak berhenti pada angka.

“Dua juta orang di Gaza sedang dijadikan korban kelaparan. Ini bukan hanya kejahatan perang, ini kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujar Al-Houthi dalam siaran mingguan yang disiarkan oleh saluran televisi Al-Masirah.

Gaza yang Hancur, Dunia yang Bungkam

Dalam pidatonya, Al-Houthi mengungkapkan bagaimana Israel menggunakan segala cara untuk memusnahkan rakyat Palestina, dari bom buatan Amerika, buldozer raksasa, hingga penghancuran total infrastruktur kota. “Sekitar 90 persen struktur kota Gaza telah hancur,” ujarnya. “Mereka ingin menghapus semua jejak kehidupan.”

Masjid-masjid dihancurkan. Sekolah-sekolah dibom. Rumah sakit, dokter, dan bahkan orang-orang yang mencari air, menjadi sasaran. “Anak-anak adalah yang paling menderita. Mereka kelaparan perlahan-lahan. Dunia melihat, tapi diam.”

Tak hanya Gaza, serangan Israel juga meluas ke Tepi Barat. Al-Houthi menggambarkan bagaimana kekerasan terhadap warga Palestina di sana kini menjadi rutinitas harian: penyerangan rumah, penculikan, dan penganiayaan terbuka.

Lebih dari Serangan, Ini adalah Proyek Ideologis

Al-Houthi tidak berhenti pada deskripsi kekejaman. Ia memperingatkan bahwa kejahatan ini bukan semata agresi militer, melainkan bagian dari “rencana besar Zionisme” yang juga didukung oleh elite penguasa Amerika Serikat.

“Mereka tidak hanya mendukung Israel secara politik. Mereka percaya bahwa mendirikan ‘Israel Raya’ adalah misi suci,” ujarnya. “Ini bukan semata-mata politik luar negeri. Ini ideologi.”

Ia menyerukan agar umat Islam dan para cendekiawannya membuka mata: “Membiarkan ini terjadi adalah pengkhianatan. Membiarkan tempat suci dinodai, anak-anak dibunuh, dan negara-negara Muslim diinjak-injak… adalah kesesatan.”

Qatar Juga Diserang dan Pesan kepada Dunia Arab

Dalam pidatonya, Al-Houthi juga menyinggung serangan Israel terhadap Qatar, sebuah negara yang sebelumnya memainkan peran penting dalam upaya perundingan damai di Gaza. Menurutnya, serangan itu adalah pesan bahwa tidak ada satu pun negara Arab atau Muslim yang aman dari target Israel.

“Menyerang Qatar berarti menyerang seluruh negara Teluk,” ujarnya. “Namun, negara-negara Teluk tetap bungkam. Bahkan mereka yang menjalin hubungan dengan Israel pun tidak berani memutusnya.”

Ia juga menyebut bahwa Presiden AS, Donald Trump, terlibat secara tidak langsung dengan menyarankan agar delegasi Hamas diserang saat berada di Qatar. Serangan itu gagal, dan Al-Houthi mengucapkan selamat kepada Hamas karena berhasil lolos dari jebakan.

Dukungan dari Langit Yaman

Meskipun dikepung dari segala arah, rakyat Yaman tetap berdiri bersama Palestina. Ia memaparkan bahwa dalam dua minggu terakhir, Ansharullah telah meluncurkan 38 serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah Israel, termasuk bandara, kota-kota besar, dan kapal dagang di Laut Merah.

“Ini adalah bagian dari operasi ‘Fathul Mawa’ud’ dan ‘Jihad Suci’,” katanya. “Kami tidak akan tinggal diam. Kejahatan Israel hanya akan memperkuat keteguhan kami.”

Ia juga mengecam pembunuhan Perdana Menteri Yaman dan sejumlah pejabat Pemerintah yang dilakukan oleh Israel sebagai tindakan terdesak yang mencerminkan kepanikan.

Ajakan untuk Bangkit

Menutup pidatonya, Al-Houthi menyerukan kepada seluruh rakyat Yaman untuk turun ke jalan dalam aksi besar-besaran mendukung Palestina. “Ini bukan hanya soal Gaza. Ini soal umat. Ini soal kemanusiaan. Kita harus menjawab panggilan Tuhan dan menegakkan keadilan.”

Pidato Al-Houthi menjadi cerminan dari ketegangan yang terus meningkat di Timur Tengah, dan sekaligus seruan yang menggema untuk membangkitkan kesadaran dunia Islam terhadap apa yang sedang terjadi di Gaza.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *