Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Langkah Nekat Saudi Bertindak sebagai ‘Eksekutor Konspirasi Zionis’ di Lebanon

Saudi Bertindak Sebagai Eksekutor Konspirasi Zionis di Lebanon

POROS PERLAWANAN – Harian Lebanon, al-Akhbar melaporkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Saudi tidak hanya terus melakukan tekanan terhadap Hizbullah dan menuntut pelucutan senjatanya, tetapi juga berusaha untuk menghapus perwakilan faksi Perlawanan itu di Parlemen dan merebut kepemimpinan parlemen dari tangan Nabih Berri.

Diberitakan Mehr, laporan ini mencatat bahwa diplomasi Arab Saudi, sebagai mitra penuh AS dan Rezim Zionis dalam proyek pelucutan senjata Hizbullah, menegaskan bahwa pergantian unsur lembaga (dalam hal ini Yazid bin Farhan) yang mengurus isu Lebanon di Riyadh, tidak hanya bertujuan untuk memilih figur yang dipercaya oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman. Keputusan ini juga karena Yazid bin Farhan memiliki permusuhan secara pribadi terhadap Hizbullah. Dia juga memiliki hubungan dekat dengan pejabat AS yang terlibat dalam masalah Lebanon.

Menanggapi pertanyaan tentang kontak langsung antara Yazid bin Farhan dan Zionis, seorang diplomat Arab mengatakan bahwa hubungan kedua belah pihak telah terjalin melalui beberapa saluran di berbagai tingkatan. Menurutnya, Tel Aviv sangat mengandalkan peran Riyadh dalam memperkuat kekuatan sekutunya yang menentang Hizbullah di Lebanon.

Riyadh berupaya melaksanakan program hingga awal musim semi tahun depan. Selain untuk mempersiapkan Partai “Lebanese Forces” dan beberapa tokoh lain yang menentang Hizbullah, Saudi juga mempersiapkan panggung politik Sunni untuk menghadapi Hizbullah melalui pemilihan Parlemen mendatang.

Laporan-laporan menyebutkan bahwa pihak Saudi telah mengalokasikan anggaran khusus untuk tujuan ini. Namun mereka telah memutuskan untuk mengelolanya sesuai dengan program yang telah ditentukan, sehingga tidak ada yang akan menerima dukungan tanpa memberikan layanan yang jelas dan konkret.

Meskipun tidak sepenuhnya puas dengan Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam, namun Riyadh telah menerima Salam sebagai pelaksana rencana-rencananya pada tahap saat ini. Saudi telah memaksa tokoh-tokoh Sunni Lebanon, yang Salam tidak ingin menjalin hubungan dengan mereka dan tidak memberikan perwakilan dalam pemerintahannya kepada mereka, untuk berada di belakangnya dan berinteraksi dengannya sebagai satu-satunya wakil politik komunitas Sunni di Pemerintah.

Saudi telah mengambil langkah nekat dalam berkas ini hingga mencapai tingkat ketidakhati-hatian yang besar. Riyadh berusaha keras untuk mendorong kelompok-kelompok Lebanon agar menentang Hizbullah di semua forum, bahkan di jalanan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *