Jenderal Iran Tegaskan Dukungan Militer Iran untuk Qatar
POROS PERLAWANAN – Kepala Staf Militer Iran, Mayjen Abdolrahim Mousavi menegaskan bahwa agresi Israel terhadap Qatar baru-baru ini tidak akan terjadi tanpa “koordinasi dan lampu hijau” dari AS. Dia berjanji bahwa Iran dan Angkatan Bersenjatanya akan tetap mendukung Doha hingga akhir.
Diberitakan ISNA, Mousavi menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan Wakil Perdanan Menteri dan Menhan Qatar, Saoud bin Abdulrahman Al Thani.
Sembari menyebut serangan teroris baru-baru ini di Qatar sebagai “tindakan kriminal,” Mousavi menegaskan bahwa pejabat dan otoritas politik Iran dengan tegas mengutuk insiden tersebut.
Pada Selasa 9 September lalu, Israel melancarkan serangan udara terhadap markas gerakan perlawanan Hamas di ibu kota Qatar, Doha, yang oleh media Israel digambarkan sebagai “operasi pembunuhan.”
Serangan udara tersebut terjadi saat para pemimpin Hamas dilaporkan telah berkumpul untuk membahas proposal terbaru AS mengenai gencatan senjata di Gaza.
Mousavi menambahkan bahwa Militer Iran “tidak akan pernah ragu untuk mendukung” Qatar, karena “hubungan antara kedua negara dan kedua bangsa selalu didasarkan pada persaudaraan.”
Dia menekankan, Iran tidak akan membiarkan negara Qatar sendirian menghadapi musuh-musuhnya, terutama rezim Zionis kriminal yang telah dan tetap menjadi “penyebab utama ketegangan dan ketidakstabilan di Kawasan.”
Menurutnya, faktor utama yang mendorong dan menguatkan agresi Israel adalah “dukungan yang tak tergoyahkan dari Barat, terutama AS, terhadap pendudukan, penindasan, dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina yang tak bersalah.”
Dia mencatat bahwa agresi terhadap Qatar tidak mungkin terjadi tanpa koordinasi dan persetujuan AS, Mousavi menambahkan bahwa seluruh dunia memahami bahwa “tanpa dukungan langsung dan tidak langsung dari Barat”, Israel tidak akan mampu mempertahankan keberadaannya yang memalukan.
Al Thani menyamakan serangan Israel dengan pisau yang ditusukkan secara pengecut ke negaranya. Ia menambahkan bahwa serangan itu terjadi bahkan saat “pertemuan dan konferensi sedang diadakan untuk menegakkan perdamaian dengan koordinasi dan seruan dari semua pihak.”
Dia mencatat bahwa serangan terbaru terhadap Doha sejalan dengan penolakan rezim Israel terhadap “langkah-langkah yang sedang dipertimbangkan Qatar untuk mencari solusi damai bagi masalah Gaza.”
Sambil mengulang kembali apresiasinya terhadap dukungan Iran, baik secara historis maupun dalam insiden terbaru, ia berharap kedua belah pihak dapat segera mengadakan pertemuan untuk membahas isu-isu ini dan bersama-sama mengembangkan solusi praktis.
Pejabat Qatar tersebut mengakhiri pernyataannya dengan mengutarakan harapan bahwa KTT Darurat Arab-Islam di Doha pada Minggu dan Senin (14-15 September) akan menghasilkan hasil yang praktis dan efektif, dampaknya akan dirasakan oleh semua pihak, terutama rezim Israel.
