Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Lapid: Usulan Mesir Bentuk ‘Pasukan Gabungan Arab’ Melawan Agresi Israel Jadi Pukulan Telak Bagi Normalisasi Rezim Zionis

Lapid: Usulan Mesir Bentuk ‘Pasukan Gabungan Arab’ Melawan Agresi Israel Jadi Pukulan Telak Bagi Normalisasi Rezim Zionis

POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, Pemimpin Oposisi Israel, Yair Lapid kembali melancarkan kritik keras terhadap Perdana Menteri Benyamin Netanyahu. Ia menegaskan bahwa laporan mengenai rencana Mesir membentuk pasukan gabungan Arab untuk menghadapi agresi Zionis merupakan “pukulan telak” bagi proyek normalisasi yang selama ini coba dipaksakan Tel Aviv.

Menurut penyiar KAN 11, Lapid menuduh Netanyahu telah menyeret entitas Pendudukan ke dalam jurang isolasi, baik di tingkat regional maupun internasional. Ia menyebut kebijakan Netanyahu sebagai “campuran berbahaya dari ketidakbertanggungjawaban, inkompetensi, dan arogansi”, sembari mendesak agar pemerintahan segera diganti sebelum bencana lebih besar terjadi.

Pernyataan ini muncul hanya sehari setelah Majelis Umum PBB mengesahkan deklarasi mayoritas yang mengikat waktu menuju Solusi Dua Negara. Langkah tersebut kian menegaskan melemahnya posisi diplomatik Israel di dunia internasional, di saat sejumlah negara bahkan berani menantang tekanan Tel Aviv dengan mengakui Palestina secara resmi.

Kritik Pedas Lapid Terhadap Netanyahu

Sejak kembali ke barisan oposisi pada 2023, Lapid tidak henti-hentinya menyebut Netanyahu sebagai “ancaman eksistensial” bagi entitas Zionis. Ia menuding sang Perdana Menteri sengaja memperpanjang perang di Gaza demi kepentingan politik pribadi. Pada Juli 2025, Lapid menegaskan bahwa “pemerintah ini membawa kita dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya”.

Lebih jauh, ia menggambarkan pemerintahan Netanyahu sebagai “minoritas yang tidak sah” tanpa dukungan rakyat maupun mayoritas di Knesset. Dalam pandangannya, kebijakan Netanyahu hanya akan berakhir dengan kematian sandera, runtuhnya ekonomi, serta hancurnya reputasi global entitas Zionis.

Isolasi Global dan Runtuhnya Dukungan

Realitas di lapangan menunjukkan tudingan Lapid bukan tanpa dasar. Di bawah kepemimpinan Netanyahu, Israel menghadapi isolasi global yang semakin tajam. Survei internasional 2025 di 24 negara menunjukkan citra Zionis berada pada titik terendah dalam sejarah. Bahkan di Amerika Serikat selaku sekutu tradisionalnya, dukungan publik terhadap perang di Gaza jatuh hingga 32%, rekor terendah sejak 1997.

Lebih parah lagi, Mahkamah Pidana Internasional telah mengeluarkan surat penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang. Sementara itu, sejumlah negara Eropa seperti Spanyol, Norwegia, Irlandia, dan Slovenia telah mengakui Palestina. Negara-negara lain, termasuk Prancis, Inggris, dan Kanada, mulai memberi sinyal ke arah yang sama.

Dengan semakin banyaknya sekutu yang meninggalkan Tel Aviv, bahkan warga entitas Zionis pun mulai sadar. Sebuah jajak pendapat menunjukkan 58% warga mengakui bahwa Israel kini dipandang rendah atau tidak dihormati sama sekali oleh dunia.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *