Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Serangan ke Qatar Picu Tsunami Politik, Netanyahu Akui Potensi Ancaman Isolasi Global terhadap Rezim Israel

Netanyahu Akui Isolasi Global Mengancam, Serangan Israel di Qatar Picu Tsunami Politik

POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, rezim Zionis kembali diguncang gelombang kecaman internasional setelah serangan nekatnya terhadap Qatar gagal mencapai target, namun meninggalkan jejak korban jiwa dan luka-luka. Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, yang sebelumnya selalu membanggakan dukungan global untuk entitas penjajah, kini justru memperingatkan bahaya isolasi dan sanksi internasional yang kian menghantui Tel Aviv.

Berbicara di hadapan para pejabat Kementerian Keuangan, Netanyahu mengeluh bahwa dunia maya kini menjadi medan tempur baru yang melemahkan propaganda Zionis. Ia menuding Qatar dan Tiongkok mendanai kampanye anti-Israel di media sosial, menggunakan bot dan kecerdasan buatan untuk “menciptakan isolasi global” terhadap entitas penjajah. Bahkan ia mengakui bahwa TikTok lebih kuat dalam membentuk opini publik dibandingkan media tradisional yang selama ini menjadi corong propaganda Barat.

Dengan nada putus asa, Netanyahu mengakui bahwa sanksi ekonomi dan pembatasan impor senjata bisa segera menghantam Israel. Ia menyerukan agar “Israel menjadi super-Sparta” dan membangun kemandirian ekonomi ala autarki. Namun seruan itu justru dipandang oposisi sebagai “pernyataan gila” yang mencerminkan kepanikan internal.

Saluran 13 Israel menyebut situasi yang dialami Tel Aviv sebagai “tsunami politik”, di mana rezim yang pernah merasa didukung negara-negara Arab kini justru ditinggalkan. Arab Saudi, Mesir, dan Yordania semakin mendekat ke Teheran dan tidak lagi melihat Pendudukan Zionis sebagai sekutu yang layak dipercaya.

Serangan Israel ke Doha sendiri, yang dilakukan dengan rudal jarak jauh dari Laut Merah dan melintasi wilayah udara Saudi, menjadi bumerang besar. Menurut laporan Wall Street Journal, Washington hanya diberi tahu beberapa menit sebelum operasi berlangsung, tanpa detail target. Bahkan seorang pejabat senior Pentagon menyebut aksi itu “tak dapat dipercaya”.

Presiden AS, Donald Trump buru-buru menjauhkan Washington dari keputusan gila Netanyahu. Ia menegaskan kepada para pemimpin Qatar bahwa serangan itu sepenuhnya keputusan Tel Aviv dan tidak akan terulang kembali.

Dengan kegagalan ini, posisi Israel semakin terjepit. Di satu sisi, mereka menghadapi perlawanan keras di Gaza, dan di sisi lain, kecaman dunia yang makin deras. Ketika propaganda tak lagi mampu menutupi fakta lapangan, rezim Zionis kini mendapati dirinya di ambang isolasi internasional yang nyata.

Tags: