Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Israel Hapus Marwan Barghouti dari Daftar Pertukaran Tahanan: Sinyal Ketakutan Rezim Zionis akan Kekuatan Persatuan Palestina

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, fakta mengejutkan terungkap bahwa Rezim Zionis secara sepihak menghapus nama Marwan Barghouti dari daftar pertukaran tahanan pada detik-detik terakhir kesepakatan gencatan senjata Gaza–Israel. Langkah ini memicu kemarahan di kalangan rakyat Palestina dan memperlihatkan ketakutan mendalam Tel Aviv terhadap potensi bangkitnya persatuan nasional Palestina yang lebih kuat.

Marwan Barghouti, simbol perlawanan dan tokoh sentral dalam Gerakan Fatah, telah dipenjara sejak 2002 dan kini mendekam dalam sel isolasi. Namun, nama dan perjuangannya terus hidup dalam hati rakyat. Ia disebut-sebut sebagai kandidat paling potensial dalam pertukaran tawanan, sebuah permintaan konsisten dari front Perlawanan, termasuk Hamas, yang mendesak pembebasannya bersama tokoh-tokoh pejuang lainnya seperti Sekretaris Jenderal PFLP Ahmad Saadat, Komandan Brigade Qassam Abdullah Barghouti, serta Abbas al-Sayed.

Menurut laporan Middle East Eye, mediator internasional, termasuk utusan AS Steve Witkoff, sempat menyetujui masuknya Barghouti dalam daftar pertukaran. Namun secara tiba-tiba, intervensi dari kantor Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu membatalkan kesepakatan tersebut. Seorang juru bicara Tel Aviv dengan tegas menyatakan bahwa Barghouti tidak akan menjadi bagian dari pertukaran tahanan, tanpa memberikan alasan yang masuk akal.

Keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar, mengapa Israel begitu takut pada seorang tahanan yang telah berada di balik jeruji selama lebih dari dua dekade. Jawabannya jelas, Barghouti bukan sekadar tahanan. Ia adalah simbol persatuan, penggalang konsensus antarfaksi, dan ancaman langsung terhadap struktur kekuasaan di Ramallah maupun Tel Aviv.

Ketakutan ini juga tecermin dalam sikap Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir yang secara terang-terangan menolak pembebasan Barghouti. Bahkan, dalam sebuah adegan provokatif awal tahun ini, Ben-Gvir mendatangi sel Barghouti dan mengancamnya secara langsung di depan kamera, mengucapkan kata-kata penuh kebencian yang memperlihatkan watak asli rezim penjajah.

Meski demikian, perjuangan untuk membebaskan Barghouti belum padam. Sang istri dengan gigih melobi para mediator di Kairo, sementara Hamas dan Kelompok-kelompok Perlawanan terus menjadikan pembebasan para pemimpin revolusioner sebagai syarat utama dalam perundingan gencatan senjata dan pertukaran tawanan. Rencananya, 48 tawanan Israel akan ditukar dengan 2.000 tahanan Palestina, namun penolakan terhadap nama-nama besar seperti Barghouti, Saadat, dan Salama menjadi batu sandungan serius.

Menariknya, rezim Otoritas Palestina di Ramallah juga menunjukkan ketidaksenangan terhadap potensi pembebasan Barghouti. Sejumlah pejabat tinggi PA, termasuk Hussein al-Sheikh, dilaporkan menyampaikan kepada mediator bahwa mereka tidak mendukung pembebasannya. Hal ini memperkuat pandangan bahwa sebagian elite PA lebih takut kehilangan kekuasaan dibanding memperjuangkan kemerdekaan sejati.

Hari ini, meski terkurung dalam ruang sempit, Marwan Barghouti tetap menjadi suara yang menggema dalam perjuangan Palestina. Sosoknya melampaui sekat politik, menyatukan Fatah, Hamas, PFLP, dan rakyat Palestina dalam satu tekad: kebebasan, keadilan, dan kemerdekaan dari penjajahan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *