Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Gelombang Besar Protes ‘No King’ dan ‘No to Tyrants’ Guncang AS dan Eropa

POROS PERLAWANAN – Sekitar tujuh juta orang di berbagai kota di Amerika Serikat dan Eropa turun ke jalan dalam aksi protes besar-besaran bertajuk “No King”, menentang Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump. Aksi ini menyoroti korupsi dan inefisiensi Pemerintah, di tengah menurunnya tingkat popularitas Trump di dalam negeri.

Menurut laporan Tasnim News Agency dan Axios, demonstrasi nasional pada Sabtu 18 Oktober itu menjadi salah satu gelombang protes terbesar dalam sejarah politik AS belakangan ini. Massa di berbagai kota mengusung slogan seperti “Singkirkan Rezim” dan “Bahaya, ada penjajah di Gedung Putih”.

Pusat aksi berlangsung di Washington, D.C., tempat sekitar 200.000 orang berkumpul di dekat Gedung Putih dan Gedung Capitol. Ribuan peserta juga memadati jalanan di Nashville, Atlanta, Chicago, Boston, dan Los Angeles, dengan tuntutan serupa terkait transparansi dan akuntabilitas Pemerintah.

Di saat unjuk rasa mencapai puncaknya, Presiden Trump dilaporkan menghabiskan akhir pekan di kediaman pribadinya di Florida tanpa memberikan komentar resmi.

Gelombang protes juga meluas ke Eropa. Di London, ratusan orang berpartisipasi dalam aksi serupa di depan Kedutaan Besar AS. Awalnya bernama “No King”, aksi tersebut kemudian berganti nama menjadi “No to Tyrants”. Dukungan terhadap gerakan ini juga muncul di Paris dan Madrid, di mana sebagian besar peserta adalah warga Amerika yang tinggal di luar negeri.

Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi tersebut. Tidak ada laporan bentrokan besar, meski beberapa kota dilaporkan memperketat pengamanan di sekitar gedung-gedung pemerintahan.

Tags: