Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump Umumkan Serangan terhadap Kapal Selam di Laut Karibia

POROS PERLAWANAN – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan pelaksanaan operasi militer di Laut Karibia yang menargetkan sebuah kapal selam semi-submersible. Serangan tersebut, yang menurut laporan Tasnimnews Agency pada Minggu 19 Oktober, dilakukan pada Kamis 14 Oktober lalu, menewaskan dua orang dan menyebabkan dua lainnya ditangkap.

Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyebut kapal itu “penuh dengan fentanil dan obat-obatan terlarang lainnya”. Ia menambahkan bahwa dua tersangka yang selamat, berasal dari Ekuador dan Kolombia akan dipulangkan ke negara masing-masing untuk diadili.

“Saya bangga menghancurkan kapal selam besar pembawa narkoba yang menuju Amerika Serikat”, tulis Trump. “Dua teroris narkoba yang selamat akan diadili sesuai hukum negara mereka”.

Serangan ini merupakan yang keenam diumumkan oleh Washington di kawasan Karibia sejak awal September, sebagai bagian dari aksi militer baru Pemerintahan Trump dengan dalih memerangi kartel narkoba.

Namun, langkah tersebut menuai kritik luas dari kalangan hukum internasional dan pakar hak asasi manusia. Profesor hukum dan HAM di sebuah universitas AS, Michael Becker menilai tindakan itu berpotensi melanggar hukum internasional.

“Menetapkan seseorang sebagai ‘teroris narkotika’ tidak serta-merta menjadikan mereka target militer yang sah,” ujarnya. “Serangan seperti ini dapat melanggar larangan penggunaan kekuatan dalam Piagam PBB.”

Beberapa ahli PBB juga mengecam operasi ini sebagai bentuk “eksekusi di luar hukum”.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio membela tindakan tersebut, menyebutnya sebagai bagian dari “kampanye antinarkoba-terorisme” Washington di kawasan Amerika Latin, dan berjanji untuk mengumumkan detail tambahan dalam beberapa hari ke depan.

Pengamat politik menilai bahwa peningkatan operasi militer AS di Karibia juga berpotensi memperburuk ketegangan antara Washington dan Pemerintahan Venezuela yang dipimpin Nicolas Maduro.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *