Al Jazeera Publikasikan Data Puluhan Ribu Tentara Israel dan Kejahatan Perang Mereka di Gaza
POROS PERLAWANAN – Program investigasi Al Jazeera, Ma Khafi A’zam, dalam episode terbarunya memublikasikan data puluhan ribu personel Angkatan Udara Israel yang terlibat dalam agresi militer di Jalur Gaza.
Menurut laporan IRNA, pada Selasa 21 Oktober, program dokumenter tersebut menampilkan daftar nama dan informasi lebih dari 30.000 pilot dan anggota Militer Israel yang ikut serta dalam operasi militer di Gaza.
Dokumen-dokumen yang disiarkan mengungkap sebagian tindak kekerasan dan pelanggaran berat yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga sipil Palestina.
Salah satu temuan penting menyebutkan bahwa Batalyon ke-52 Brigade Lapis Baja ke-401 Israel, di bawah komando Daniel Ila, bertanggung jawab atas pembunuhan Hind Rajab, seorang gadis Palestina, beserta keluarganya.
Perintah Penembakan terhadap Warga Sipil
Dalam dokumen tersebut juga disebutkan bahwa Mayor Sean Glass, Komandan Kompi “Vampire Empire” dari batalyon yang sama, memerintahkan penembakan terhadap mobil keluarga Palestina serta ambulans yang berusaha mengevakuasi mereka.
Selain itu, dokumen Al Jazeera juga menyoroti sejumlah kejahatan perang lainnya, termasuk pemboman dan penghancuran besar-besaran terhadap kawasan pemukiman di Gaza.
Beberapa insiden yang didokumentasikan antara lain:
– Pengeboman dan penghancuran total desa Khuza‘ah di timur Khan Yunis, Gaza selatan.
– Serangan udara terhadap menara perumahan di dekat Rumah Sakit Al-Quds di lingkungan Tel Al-Hawa, Kota Gaza.
– Ledakan yang menghancurkan Masjid Al-Islah dan rumah-rumah di sekitarnya di lingkungan Al-Zaytoun, Gaza.
Konteks Perang dan Gencatan Senjata
Masih menurut laporan IRNA, Rezim Israel memulai serangan ke Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 dengan dua tujuan utama: menghancurkan Hamas dan membebaskan tawanan Israel di wilayah tersebut. Namun, kedua tujuan itu gagal tercapai.
Akhirnya, Israel terpaksa mencapai kesepakatan dengan Hamas untuk pertukaran tahanan dan penghentian perang.
Pada Kamis, Hamas secara resmi mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan.
Keesokan harinya, Militer Israel juga mengonfirmasi penerapan gencatan senjata di Jalur Gaza, menyatakan, “Sesuai perjanjian, pasukan Israel akan tetap ditempatkan di beberapa wilayah Jalur Gaza, dan perjalanan dari selatan ke utara akan diizinkan melalui Jalan Al-Rashid dan Jalan Salahuddin.”
Meski demikian, laporan terbaru menunjukkan bahwa pihak Israel masih berulang kali melanggar ketentuan gencatan senjata tahap pertama dan menghambat penerapan penuh isi kesepakatan tersebut.
