Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

New York Times: Kesepakatan Gaza Terancam Gagal

POROS PERLAWANAN — Surat kabar The New York Times melaporkan bahwa Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Donald Trump khawatir Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu akan menarik diri dari perjanjian gencatan senjata di Gaza dan kembali melancarkan serangan besar-besaran terhadap Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas). Menurut laporan itu, kesepakatan damai tersebut kini berada dalam bahaya runtuh.

Mengutip sejumlah pejabat AS yang enggan disebutkan namanya, New York Times menulis bahwa Gedung Putih pada Senin 20 Oktober mulai mengambil langkah-langkah diplomatik untuk mempertahankan perjanjian gencatan senjata di Gaza, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa Israel akan menggagalkan kesepakatan tersebut.

Laporan yang dikutip IRNA pada Selasa 21 Oktober mencatat bahwa baru sekitar sepuluh hari sejak perjanjian dimulai, namun gelombang kekerasan baru yang terjadi pada Minggu 19 Oktober telah menyoroti rapuhnya gencatan senjata. Tentara Israel mengeklaim dua tentaranya tewas dan satu lainnya luka akibat serangan roket yang dilancarkan pasukan Palestina terhadap kendaraan militer.

AS Khawatir Netanyahu Langgar Kesepakatan

Menurut New York Times, Wakil Presiden AS, JD Vance telah berangkat ke Israel untuk bergabung dengan Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner. Ketiganya disebut memainkan peran penting dalam membentuk perjanjian tersebut dan kini bertugas mencegah Netanyahu kembali melancarkan operasi militer.

Beberapa pejabat Pemerintahan Trump yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa kekhawatiran atas komitmen Netanyahu terhadap kesepakatan damai meningkat tajam. Strategi Gedung Putih, kata mereka, kini difokuskan pada upaya mencegah perjanjian itu runtuh.

Laporan tersebut menambahkan bahwa meskipun Israel dan Hamas saling menuduh melanggar gencatan senjata, kedua pihak tetap menegaskan komitmen mereka terhadap pelaksanaan perjanjian.

Seorang pejabat Gedung Putih juga menyatakan bahwa Trump meyakini para pemimpin Hamas masih bersedia melanjutkan negosiasi. Serangan terbaru terhadap pasukan Israel, menurut pejabat itu, kemungkinan dilakukan oleh kelompok ekstremis di luar kendali utama Hamas.

Mediator AS Peringatkan Netanyahu

Menurut IRNA, media Israel sebelumnya melaporkan bahwa Steve Witkoff dan Jared Kushner telah memperingatkan Netanyahu agar tidak membahayakan gencatan senjata. Mereka menegaskan bahwa setiap tindakan yang mengancam kesepakatan tersebut “tidak dapat diterima”.

Saluran 12 Israel juga mengutip sumber yang menyebut bahwa kedua Utusan AS menekankan pentingnya Netanyahu melakukan segala upaya untuk mencapai tahap kedua perjanjian.

Negosiasi Tahap Kedua Alami Hambatan

Sementara itu, surat kabar Al-Quds Al-Arabi menulis pada Senin 20 Oktober bahwa negosiasi tahap kedua perjanjian gencatan senjata menghadapi kesulitan akibat dugaan sabotase oleh pihak Israel.

Menurut sumber Palestina yang dikutip media tersebut, Israel melalui para mediator menetapkan syarat agar terlebih dahulu menerima jenazah seluruh tentaranya yang tertahan di Gaza sebelum melanjutkan negosiasi. Syarat itu ditolak Kelompok-kelompok Perlawanan Palestina, yang justru meminta mediator mendesak Pemerintah AS agar menekan Israel untuk mematuhi komitmennya terhadap kesepakatan.

Tahap kedua perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani di Sharm el-Sheikh, Mesir, mencakup pembahasan masa depan administrasi Jalur Gaza serta status senjata Perlawanan di wilayah tersebut.

Fokus pada Implementasi Bantuan Kemanusiaan

Al-Quds Al-Arabi juga melaporkan bahwa delegasi Hamas berfokus pada penerapan penuh fase pertama perjanjian, termasuk perluasan akses bantuan kemanusiaan, medis, makanan, bahan bakar, serta peralatan berat untuk membersihkan puing-puing dan memperbaiki infrastruktur dasar seperti jalan dan saluran air.

Pada Kamis 17 Oktober, Gerakan Hamas secara resmi mengumumkan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza dan melakukan pertukaran tahanan. Tentara Israel kemudian menyatakan gencatan senjata mulai berlaku pada Jumat sore 18 Oktober dan menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap ditempatkan di beberapa wilayah Gaza, dengan akses perjalanan dari selatan ke utara melalui Jalan Al-Rashid dan Jalan Salahuddin.

Namun hingga kini, Rezim Zionis masih terus menghalangi implementasi penuh ketentuan tahap pertama gencatan senjata serta melakukan sejumlah pelanggaran di lapangan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *