Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Petinggi Hamas: Kami Belum Masuki Tahap Kedua Kesepakatan

Petinggi Hamas: Kami Belum Masuki Tahap Kedua Kesepakatan

POROS PERLAWANAN – Salah seorang petinggi Hamas, Muhammad Nazzal pada Rabu malam 21 Oktober mengatakan,”Keteguhan rakyat Gaza telah kembali menempatkan masalah Palestina di pusat perhatian dunia.”

“Para mediator berusaha untuk mengontrol [Benjamin] Netanyahu dan memaksanya agar tidak menyulut perang lagi di Gaza,” tutur Nazzal dalam wawancara dengan al-Jazeera, Fars melaporkan.

Dia juga menyatakan bahwa mereka belum secara resmi diberi tahu tentang dimulainya fase kedua kesepakatan. Nazzal menambahkan bahwa “masalah yang berkaitan dengan tahap kedua kesepakatan tidak dibahas melalui pernyataan media, melainkan di meja perundingan.”

“Kami menyadari kompleksitas situasi politik regional dan internasional. Kami tidak akan berhenti membela kepentingan rakyat Palestina.”

Al-Jazeera mengutip pernyataan Nazzal bahwa “menganggap Hamas tidak ada adalah ilusi. Tidak ada seorang pun yang dapat melenyapkannya dengan paksa atau cara lain.”

“Kami telah menegaskan penolakan kami untuk memerintah di Gaza. Tetapi tidak ada yang dapat menghilangkan Hamas dari panggung Palestina,” tandasnya.

Sementara itu, Presiden Donald Trump kembali mengumbar pernyataan bernada mengancam terhadap Hamas.

“Hamas adalah sebuah organisasi jahat. Jika mereka tidak berkomitmen dengan kesepakatan, mungkin mereka akan segera lenyap,” ujar Trump di hadapan wartawan di kantornya di Gedung Putih, Rabu dini hari.

Sputnik melaporkan, Trump dalam kelanjutan klaimnya berujar bahwa “sekarang kita telah mewujudkan perdamaian di Timur Tengah. Kita dengan penuh harap menantikan kesuksesan-kesuksesan yang lebih banyak.”

Klaim Trump soal dilanggarnya kesepakatan gencatan senjata oleh Hamas disampaikan di saat Israel adalah pihak yang terbukti melanggarnya.

Pemerintah Gaza mengumumkan pada hari Minggu bahwa sejak perjanjian tersebut diberlakukan, 97 warga Palestina tewas dan 230 orang terluka, yang disebabkan oleh 80 pelanggaran perjanjian oleh Militer Israel.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *