Hamas: Masalah Utama Adalah Senjata Musuh, Bukan Senjata Perlawanan
POROS PERLAWANAN — Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Hazem Qassim, menegaskan bahwa senjata perlawanan bersifat sah dan legal. Ia menekankan bahwa persoalan utama bukanlah senjata milik pejuang Palestina, melainkan senjata musuh yang telah membantai anak-anak Gaza dan menghancurkan wilayah tersebut.
Mengutip laporan IRNA pada Rabu (22/10), Qassim dalam wawancaranya dengan jaringan Al-Masirah (Yaman) membahas sejumlah isu penting, termasuk perjanjian dengan Israel, legitimasi perlawanan, peran Yaman dalam mendukung Gaza, serta gugurnya Kepala Staf Angkatan Darat Yaman.
“Kami telah terbiasa dengan ketidakpatuhan dan pelanggaran perjanjian oleh musuh. Itu adalah sifat bawaan mereka,” ujarnya.
Terkait keberadaan senjata Hamas, Qassim menegaskan bahwa “senjata perlawanan adalah senjata yang sah dan legal untuk membela rakyat Palestina.” Ia menambahkan bahwa justru senjata musuh yang menjadi sumber penderitaan, karena telah menewaskan anak-anak Gaza dan menghancurkan Jalur Gaza.
Juru bicara Hamas itu juga mengenang Syahid Muhammad al-Ghammari, Kepala Staf Gabungan Angkatan Darat Yaman, yang gugur dalam pertempuran membela Palestina dan membantu rakyat Gaza.
“Yaman yang tercinta selalu berdiri bersama bangsa kami dengan dukungan yang tulus dan kuat sepanjang agresi Israel terhadap penduduk Jalur Gaza,” kata Qassim.
Ia menutup pernyataannya dengan menyampaikan rasa terima kasih dan doa kepada rakyat serta pejuang Yaman atas pengorbanan mereka, seraya menegaskan bahwa dukungan tersebut menjadi bagian dari pesan solidaritas dan persaudaraan dari rakyat Gaza dan gerakan Hamas.
