Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Smotrich Ejek Saudi: Teruslah Tunggangi Unta-unta di Gurun Kalian!

Smotrich Ejek Saudi: Teruslah Tunggangi Unta-unta Kalian!

POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich mengejek Arab Saudi dan upaya-upaya untuk menormalisasi hubungan sebagai imbalan atas pembentukan Negara Palestina. Ia melontarkan ejekan tersebut dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Institut Zomet dan surat kabar Makor Rishon pada Kamis 23 Oktober.

“Jika Arab Saudi mengatakan kepada kita ‘normalisasi sebagai imbalan atas negara Palestina,’ teman-teman — terima kasih. Tapi tidak. Tetaplah kalian menunggang unta di gurun Arab Saudi, dan kami akan terus mengembangkan ekonomi, masyarakat, dan negara, serta hal-hal hebat yang kami ketahui. Israel adalah negara Israel dalam seluruh wilayahnya, dan tidak akan pernah ada negara Palestina,” kata Smotrich, menujukan pernyataannya kepada Presiden Israel, Isaac Herzog.

Riyadh telah lama bersikeras bahwa ia hanya akan menormalisasi hubungan dengan Israel jika Tel Aviv setuju untuk menetapkan jalur yang terikat waktu dan tidak dapat diubah menuju negara Palestina di masa depan. Syarat ini kontan ditentang dengan keras oleh Smotrich dan anggota lain dari Pemerintah sayap kanan Netanyahu.

Komentar Smotrich muncul setelah pemungutan suara di Knesset pada Rabu kemarin untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang yang akan menerapkan “kedaulatan” Israel atas pemukiman di Tepi Barat, meskipun mendapat penolakan dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan partainya, Likud.

Sebagai tanggapan, Arab Saudi segera mengecam pengesahan Rancangan Undang-Undang tersebut, dengan mengatakan bahwa Rancangan Undang-Undang tersebut bertujuan untuk “melegitimasi kedaulatan Israel atas pemukiman kolonial ilegal.”

“Kerajaan menekankan penolakan totalnya terhadap semua pemukiman dan pelanggaran ekspansionis yang dilakukan oleh Otoritas Pendudukan Israel,” kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyataan pada Kamis.

“Kerajaan menegaskan kembali dukungannya terhadap hak alami dan historis rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka mereka di perbatasan 1967 dengan Quds (Yerusalem) Timur sebagai Ibu Kotanya, sesuai dengan resolusi internasional yang relevan.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *