Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Retakan di Poros Transatlantik: Inggris Hentikan Sementara Pertukaran Intelijen dengan AS

POROS PERLAWANAN — Pemerintah Inggris menangguhkan sementara sebagian kerja sama intelijen dengan Amerika Serikat menyusul kekhawatiran atas legalitas serangan mematikan yang dilakukan militer AS terhadap kapal-kapal di Laut Karibia. Langkah ini menandai ketegangan langka dalam hubungan keamanan dua sekutu utama Barat itu.

Mengutip laporan CNN pada Selasa (11/11), Inggris tidak lagi memberikan data intelijen kepada Washington tentang pergerakan kapal di Karibia. London khawatir informasi tersebut digunakan untuk menargetkan kapal sipil dalam operasi militer AS yang dinilai “ilegal dan melanggar hukum internasional.”

Sejak lama Inggris membantu AS melalui Joint Interagency Task Force South di Florida, yang mengoordinasikan patroli anti-penyelundupan narkoba. Namun, setelah penggerebekan mematikan pada September lalu menewaskan sedikitnya 76 orang, London memutuskan menghentikan sementara pertukaran informasi.

Kritik Hukum dan Retakan Internal

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Volker Turk, menyebut serangan tersebut sebagai bentuk “pembunuhan di luar hukum.” Kanada, mitra dekat AS dalam operasi serupa, juga menjauhkan diri dan menegaskan bahwa pasukannya “tidak terlibat dalam serangan militer AS.”

Sumber CNN menyebut muncul perpecahan di tubuh militer AS. Komandan Komando Selatan, Jenderal Alvin Hulsey, bahkan dilaporkan mengundurkan diri setelah meragukan legitimasi operasi tersebut. Beberapa penasihat hukum Pentagon juga menilai tindakan itu tidak sesuai hukum internasional, meski klaim ini dibantah resmi oleh Departemen Pertahanan.

Washington berdalih bahwa operasi tersebut sah karena menargetkan kartel narkoba yang diklasifikasikan sebagai “kelompok teroris asing.” Namun, pakar hukum internasional menegaskan pengedar narkoba tetap berstatus sipil dan tidak boleh dijadikan target militer tanpa proses hukum.

Tanda Keretakan dalam Aliansi Inggris–AS

Langkah Inggris dianggap sebagai sinyal ketegangan moral dan strategis di antara dua pilar intelijen Five Eyes. Meski bersifat sementara, keputusan ini menyoroti perbedaan tajam pandangan hukum antara London dan Washington dalam penggunaan kekuatan di luar negeri.

Para analis memperingatkan, retakan ini bisa berdampak luas pada koordinasi intelijen global dan menjadi preseden bagi sekutu Eropa lain untuk meninjau kembali hubungan keamanan mereka dengan AS.

Penutup

Meski belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih maupun Kedutaan Besar Inggris di Washington, keputusan London menunjukkan bahwa bahkan di antara sekutu paling erat pun, kepatuhan terhadap hukum internasional kini menjadi garis pemisah baru dalam kerja sama intelijen global.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *