Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump Akhirnya Tersungkur di Kaki Inflasi: Tarif Dipotong Demi Menyelamatkan Kopi, Pisang, dan Harga Diri Pemerintah

Trump Akhirnya Tersungkur di Kaki Inflasi: Tarif Dipotong Demi Menyelamatkan Kopi, Pisang, dan Harga Diri Pemerintah

POROS PERLAWANAN – Setelah berbulan-bulan memamerkan tarif impor seolah itu pedang Excalibur ekonomi, Presiden Donald Trump akhirnya tersandung pada batu paling sederhana dalam politik Amerika: harga kebutuhan pokok. Inflasi menampar lebih keras dari tweet-nya sendiri, memaksa Gedung Putih diam-diam merayap mundur sambil memangkas tarif impor dari beberapa negara Amerika Latin.

Menurut Mehr News Agency pada Sabtu 15 November, yang mengutip Politico, sumber dari dalam Gedung Putih membocorkan bahwa Pemerintah kini sedang sibuk merajut perjanjian perdagangan baru dengan Argentina, Guatemala, El Salvador, dan Ekuador, negara-negara yang sebelumnya sering dijadikan bahan retorika “keras” Trump. Tentu saja, tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat Pemerintah yang selama ini berkoar proteksionis tiba-tiba melunak demi secangkir kopi dan seikat pisang.

Perjanjian perdagangan ini disebut akan rampung dalam dua minggu. Langkah cepat ini tampaknya muncul bukan karena kebutuhan diplomasi, melainkan karena rakyat Amerika mulai menyadari bahwa harga-harga yang meroket itu tidak bisa terus disalahkan pada imigran.

Argentina bahkan mendapat hadiah besar: daging sapi bebas tarif 10 persen. Trump, yang sering memamerkan kecintaan pada steak, tampaknya memutuskan bahwa tarif proteksionis tetap boleh dicampakkan selama menu makan malamnya aman.

Namun jangan salah: kemurahan hati ini tidak total. Barang-barang lain dari Argentina, Guatemala, dan El Salvador tetap dikenai tarif 10 persen, sedangkan produk Ekuador tetap ditekan dengan tarif 15 persen. Pemerintah AS ingin terlihat seperti “pahlawan ekonomi”, tetapi tetap tidak mampu melepaskan kebiasaan memalak negara lain.

Penasihat Ekonomi Trump kemudian tampil meyakinkan, mengeklaim bahwa pengurangan tarif adalah “upaya serius menurunkan harga”. Tentu saja, pernyataan itu datang dari Pemerintah yang selama dua tahun terakhir berkata bahwa inflasi bukan masalah, sampai akhirnya pisang ikut naik harga dan semuanya berubah.

Kini, publik diminta percaya bahwa harga kopi dan pisang mungkin turun. Sebuah keberhasilan yang luar biasa bagi pemerintahan yang sebelumnya menganggap tarif sebagai obat untuk semua penyakit ekonomi… sampai penyakit itu menyerang balik.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *