Xi Tegaskan Peran Sentral Tiongkok dalam Diplomasi Timur Tengah: ‘Rakyat Palestina Memerintah Palestina’
POROS PERLAWANAN — Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan kembali dukungan Beijing terhadap kedaulatan Palestina dan peran aktifnya dalam diplomasi Timur Tengah. Dalam pesan Hari Internasional Solidaritas terhadap Rakyat Palestina, Xi menyebut isu Palestina sebagai “ujian bagi keadilan global dan tata kelola internasional”, sekaligus menekankan prinsip bahwa masa depan Palestina harus ditentukan oleh rakyat Palestina sendiri.
Menurut Tehran Times, Kamis (28/11), pernyataan Xi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyambung rangkaian inisiatif diplomatik Tiongkok, termasuk pertemuan rekonsiliasi 2024 di Beijing yang mempertemukan 14 faksi Palestina, mulai dari Hamas, Fatah, hingga Jihad Islam dan menghasilkan Deklarasi Beijing.
Tiongkok Tampilkan Kredibilitas sebagai Mediator
Keberhasilan Beijing mempertemukan berbagai faksi yang selama bertahun-tahun sulit duduk satu meja memperkuat citra Tiongkok sebagai mediator netral. Deklarasi Beijing dipandang sebagai langkah praktis menuju persatuan Palestina, bukan sekadar simbol diplomasi.
Pendekatan Tiongkok berbeda dari proses yang dipimpin Barat, yang kerap dikritik lantaran dianggap tidak inklusif dan bias. Dengan memberikan ruang yang sama bagi seluruh faksi, Beijing menampilkan diri sebagai mitra yang dapat dipercaya dalam upaya mencari rekonsiliasi jangka panjang.
Konsistensi Sikap Sejak Perang Gaza Dimulai
Sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023, Tiongkok berulang kali menyerukan gencatan senjata segera, mengecam serangan terhadap warga sipil, dan mendorong solusi dua negara. Beijing menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, mendukung operasi PBB, dan menggunakan posisinya di Dewan Keamanan untuk menekan lahirnya resolusi yang memprioritaskan hak-hak Palestina.
Konsistensi antara pernyataan dan tindakan memperkuat isi pesan Xi: solidaritas Tiongkok bukan slogan diplomatik, melainkan kebijakan yang dijalankan melalui mediasi, tekanan politik, dan bantuan nyata di lapangan.
Selaras dengan Visi Global Tiongkok
Pernyataan Xi juga sejalan dengan kerangka kebijakan luar negeri Tiongkok, termasuk Inisiatif Keamanan Global (GSI) dan Inisiatif Pembangunan Global (GDI). Penekanannya pada keadilan, dialog, dan koreksi ketidakadilan historis selaras dengan prinsip keamanan berbasis kerja sama. Fokus pada dimensi kemanusiaan mencerminkan semangat pembangunan inklusif yang menjadi ciri agenda global Beijing.
Dengan menempatkan Palestina dalam kerangka “komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia”, Tiongkok menyiratkan bahwa kedaulatan Palestina adalah komponen yang tak terpisahkan dari visi global tersebut.
Diplomasi yang Terukur, Dukungan yang Konsisten
Bila dicermati secara menyeluruh, sikap Xi dan langkah pemerintah Tiongkok sejak 2023 menunjukkan pola yang konsisten: membangun kondisi menuju perdamaian melalui mediasi antarfaksi, bantuan kemanusiaan, serta advokasi di forum internasional.
Pendekatan ini meningkatkan kredibilitas Beijing di mata negara-negara Arab dan negara-negara Global Selatan, sekaligus mempertegas posisi Tiongkok sebagai kekuatan yang memadukan moralitas diplomatik dengan langkah-langkah praktis.
Dengan memusatkan isu Palestina sebagai pilar keadilan internasional, Tiongkok menegaskan diri sebagai salah satu aktor global yang ingin menggeser diplomasi Timur Tengah menuju tatanan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kedaulatan rakyat Palestina.
