Israel Jadikan Amerika Latin Laboratorium Senyap Teknologi Keamanannya
POROS PERLAWANAN — Sebuah tulisan analisis Silvina Pachelo, yang dimuat di Tehran Times pada Kamis (28/11), menyoroti bagaimana Israel mengubah Amerika Latin menjadi laboratorium sunyi untuk teknologi keamanan yang lahir dari konteks pendudukan dan konflik berkepanjangan. Dalam dunia yang makin terfragmentasi, ekspor Israel tidak lagi semata komoditas persenjataan atau perangkat keras militer, melainkan sistem keamanan menyeluruh: pengawasan, kontrol populasi, dan manajemen konflik intensitas rendah.
Selama puluhan tahun, perusahaan dan konsultan Israel beroperasi di Amerika Latin dengan pengaruh luas namun minim sorotan publik. Kawasan yang dipenuhi ketimpangan sosial, kegaduhan politik, dan tingginya tingkat kekerasan itu menjadi lahan ideal bagi perangkat yang awalnya dirancang untuk mengelola populasi berisiko.
Model Ekspor Berbasis Konflik
Pachelo mencatat bahwa pendirian Kementerian Pertahanan Israel untuk Administrasi Kecerdasan Buatan dan Otonomi hanyalah kelanjutan dari pola lama, yaitu integrasi penuh antara militer, industri, dan akademik. Unit elit seperti 8200 melahirkan startup yang kemudian memasok negara, lalu mengekspor produk mereka sebagai sistem yang “telah teruji di medan sebenarnya”.
Yang dijual bukan perangkat tunggal, tetapi paket lengkap, sebuah perangkat lunak pengawasan prediktif, pemetaan algoritmik, strategi perang intensitas rendah, hingga kendaraan operasi urban. Ironisnya, berbagai pemerintah Amerika Latin yang secara politik mengkritik serangan Israel di Gaza tetap mempertahankan kemitraan keamanan dengan Tel Aviv di balik layar.
Keamanan sebagai Produk Geopolitik
Israel memosisikan keamanan sebagai komoditas berharga dalam diplomasi global. Perusahaan-perusahaan yang dipimpin veteran intelijen menjual pelatihan kepolisian, sistem siber, hingga platform pemantauan berbasis AI. Janji “teruji di lapangan” memikat pemerintah yang ingin solusi cepat untuk masalah sosial yang kompleks.
Namun, yang mereka impor bukan hanya teknologi, melainkan cara berpikir: bahwa masalah internal bisa diperlakukan sebagai ancaman militer dan diselesaikan melalui pendekatan teknokratis.
Dari Gaza ke Kota-Kota Amerika Latin
Pachelo mengurai bagaimana kendaraan pengendali massa Plasan Guarder yang dibeli Chili, Brasil, Peru, dan Kolombia membawa lebih dari hanya logam dan mesin. Infrastruktur kontrol yang tertanam dalam penggunaannya mencerminkan logika yang muncul dari wilayah pendudukan Palestina.
Di Brasil, kendaraan dan senjata buatan Israel digunakan dalam operasi yang menyasar komunitas marjinal, terutama favela dan wilayah miskin, yang sering kali di bawah dalih “keamanan publik”. Polanya mencerminkan mekanisme kontrol yang diterapkan di Gaza dan Tepi Barat: medan berbeda, pendekatan serupa.
Di Argentina, Presiden Javier Milei berencana mengganti senapan FAL dengan model Arad dan IWI, menunjukkan betapa cepatnya teknologi dari medan konflik diadopsi dalam konteks domestik Amerika Selatan.
Elbit Systems: Infrastruktur Pengawasan yang Menyeluruh
Elbit Systems, tulis Pachelo, bertindak seperti “laboratorium di mana perang menjadi perangkat lunak”. Drone Hermes, sistem C4I, komunikasi terenkripsi, dan artileri seperti PULS yang kini diproduksi di Peru menunjukkan penetrasi teknologi Israel ke dalam institusi militer kawasan.
Kontrak bernilai tinggi bukan semata penjualan, tetapi menciptakan ketergantungan jangka panjang, pembaruan rutin, kompatibilitas sistem, dan konsultasi berkelanjutan. Sebagian besar sistem ini juga digunakan oleh militer Israel di Gaza, mengingatkan bahwa teknologi tersebut berasal dari konteks pendudukan dan represi.
Jejak Panjang: Guatemala hingga Perbatasan AS–Meksiko
Guatemala menjadi contoh ekstrem integrasi Israel ke dalam struktur keamanan negara. Pada 1980-an, selama periode represi brutal, Israel terlibat dalam pelatihan militer, penjualan senjata, dan dukungan penasihat. Model itu kemudian muncul di Meksiko dan perbatasan AS–Meksiko, di mana sensor, kamera, dan gas air mata yang awalnya dirancang untuk mengontrol warga Palestina kini diarahkan pada migran dan masyarakat adat.
Di Ekuador, kendaraan lapis baja Israel MDT David memainkan peran dalam peristiwa penyerbuan Kedutaan Besar Meksiko untuk menangkap eks Wakil Presiden Jorge Glas, sebuah insiden yang mengguncang hubungan diplomatik internasional. Pemerintahan Daniel Noboa kini memperdalam kerja sama militer dan intelijen dengan Israel.
Argentina di bawah kepemimpinan Milei bergerak dalam arah serupa melalui perjanjian G2G, pengawasan perbatasan, drone, dan komunikasi satelit.
Pegasus: Instrumen Dominasi Tanpa Wujud
Pachelo menyoroti Pegasus, perangkat lunak NSO Group yang mampu mengubah ponsel menjadi alat mata-mata total. Penggunaannya telah terdokumentasi di Meksiko dan negara lain di kawasan, terutama terhadap jurnalis, aktivis, serta oposisi politik.
Pegasus melahirkan bentuk baru dominasi: pengawasan tanpa tubuh, tanpa suara, tanpa batas. Banyak negara Amerika Latin kini hidup di bawah bayang-bayang teknologi yang mengawasi tanpa terlihat.
Arsitektur Keamanan yang Diimpor
Tulisan Silvina Pachelo menegaskan bahwa ekspor Israel ke Amerika Latin melampaui penjualan senjata. Yang dibangun adalah arsitektur keamanan yang meresap, di mana teknologi dan paradigma pengawasan menembus institusi negara. Kawasan ini, dalam banyak kasus, tidak hanya mengimpor perangkat keras, tetapi juga logika kontrol sosial dan politik yang menyertainya.
