Loading

Ketik untuk mencari

Eropa Palestina

Gelombang Aksi Internasional Menggugat Barat: Gerakan Global ke Gaza Mobilisasi Massa di 13 Kota Dunia

POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, Gerakan Global ke Gaza mengumumkan serangkaian demonstrasi serentak pada 29 November di 13 kota besar dunia. Aksi tersebut digelar untuk memperingati Hari Solidaritas Internasional bagi Rakyat Palestina sekaligus menggugah perhatian dunia terhadap apa yang mereka sebut sebagai keterlibatan langsung Barat dalam operasi genosida yang dilakukan Israel di Gaza.

Mobilisasi yang tersebar di Eropa, Afrika, dan Amerika ini akan berlangsung di Berlin, Roma, Paris, Barcelona, Madrid, Oslo, Wina, Warsawa, Luksemburg, Cape Town, Washington DC, Mexico City, serta São Paulo. Para penyelenggara menyatakan bahwa protes ini bukan sekadar kampanye solidaritas, melainkan sebuah upaya global untuk mengungkap aliansi militer dan politik yang menghidupi agresi Tel Aviv sejak dua tahun terakhir.

Menurut Gerakan Global ke Gaza, pemerintah negara-negara Barat telah memberikan “karpet merah” bagi operasi militer Israel melalui penjualan senjata, dukungan diplomatik yang tak henti-hentinya, hingga hubungan ekonomi yang memperkuat blokade atas Gaza. Untuk itu, mereka merumuskan serangkaian tuntutan yang diarahkan kepada Uni Eropa dan pemimpin negara-negara anggotanya.

Daftar tuntutan tersebut mencakup:

  1. Penghentian segera Perjanjian Asosiasi UE–Israel;
  2. Pemberlakuan embargo senjata dan pemutusan kerja sama militer;
  3. Penerapan sanksi individu terhadap pejabat Israel yang diduga terlibat dalam kejahatan perang;
  4. Pemutusan relasi akademik, budaya, dan olahraga dengan institusi Israel;
  5. Penyesuaian kebijakan luar negeri Uni Eropa agar sejalan dengan hukum humaniter internasional.

Krisis Kemanusiaan Meluas, Dunia Dituntut Bergerak

Gerakan tersebut menegaskan bahwa aksi-aksi ini merupakan respons atas berlanjutnya serangan Israel meskipun terdapat perjanjian gencatan senjata, serta lemahnya respons dunia dalam memberikan bantuan kemanusiaan. Mereka mencatat bahwa bantuan yang tiba di Gaza hanya memenuhi sebagian kecil kebutuhan mendesak, sementara jumlah korban sejak Oktober 2023 telah melampaui 69.000 jiwa.

Penyelenggara menilai bahwa negara-negara Barat gagal menjalankan mandat kemanusiaan dan hukum internasional untuk melindungi populasi sipil. Karena itu, mereka menekankan bahwa mobilisasi rakyat global kini menjadi benteng terakhir untuk membela Palestina.

Tekanan Rakyat Dunia Semakin Menguat

Gerakan Global ke Gaza juga menyinggung pentingnya inisiatif akar rumput seperti Global Sumud Flotilla, yang berusaha membuka akses bantuan ke Gaza. Mereka menyebut aksi-aksi tersebut sebagai cerminan meningkatnya kemarahan publik terhadap kekerasan yang terus berlangsung serta terhadap dukungan Barat yang dianggap memberikan legitimasi terhadap tindakan Israel.

Demonstrasi internasional ini juga muncul di tengah proses hukum di Mahkamah Internasional, yang terus menyelidiki dakwaan genosida terhadap Israel, memperkuat desakan agar dunia mengambil posisi lebih tegas.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *