Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Seruan Hizbullah kepada Paus Leo Jelang Kunjungan Resminya ke Lebanon: Tolak Ketidakadilan dan Kutuk Agresi Israel

Hizbullah Desak Paus Leo Kutuk Agresi Israel Saat Kunjungan Resmi ke Lebanon

POROS PERLAWANAN – Gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah, telah menyeru Paus Leo XIV untuk mengutuk ketidakadilan dan agresi Israel yang terus berlanjut terhadap Lebanon, meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak tahun lalu.

“Kami di Hizbullah memanfaatkan kesempatan kunjungan Anda ke negara kami, Lebanon, untuk menegaskan kembali komitmen kami terhadap hidup berdampingan,” tegas Hizbullah Hizbullah dalam pesannya kepada Paus, yang diterbitkan di saluran media sosial kelompok tersebut pada Sabtu 29 November, diberitakan ISNA.

Pesan tersebut juga menegaskan kembali dedikasi kelompok tersebut untuk mendukung Militer dan bangsa Lebanon dalam menghadapi setiap agresi atau pendudukan terhadap tanah mereka.

Gerakan Perlawanan tersebut mencatat bahwa apa yang dilakukan Israel di Lebanon adalah “agresi yang tidak dapat diterima dan terus berlanjut.”

“Kami mengandalkan sikap Yang Mulia dalam menolak ketidakadilan dan agresi yang dialami bangsa Lebanon kami di tangan penjajah Zionis dan pendukungnya,” tambah pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut dikeluarkan menjelang kunjungan Paus Leo XIV ke Lebanon pada akhir pekan ini. Ia dilaporkan akan bertemu dengan pejabat sipil dan agama, mengunjungi masjid dan gereja kuno, berdoa di pelabuhan Beirut untuk mengenang korban ledakan 2020, serta mengadakan pertemuan pribadi dengan Presiden Joseph Aoun.

Paus juga akan menanam pohon cedar di Istana Kepresidenan Beirut, serta berdoa di makam Santo Charbel dan di depan patung Bunda Maria Lebanon.

Dalam pidato pada Jumat 28 November lalu, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syekh Naim Qasim, menyambut baik kunjungan Paus Leo XIV ke Lebanon. Ia menyebutkan bahwa anggota kelompoknya telah ditugaskan untuk menyerahkan surat kepada Paus, yang juga akan dibagikan secara publik melalui media.

Ia menekankan bahwa kelompoknya telah mematuhi perjanjian gencatan senjata yang ditetapkan pada November 2024. Ia juga menyerukan penghentian serangan Israel yang sedang berlangsung terhadap negara tersebut.

“Kami menyambut kunjungan ini pada momen yang krusial ini, dan kami berdoa agar Bapa Suci dapat berkontribusi dalam menyebarkan perdamaian di Lebanon, membebaskannya, mengakhiri agresi (Israel), dan berdiri bersama Lebanon dan kaum tertindas, sebagaimana yang selalu kami kenal darinya,” tegas Syekh Qasim.

Israel dan Hizbullah mencapai kesepakatan gencatan senjata yang berlaku efektif pada 27 November 2024. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Tel Aviv diwajibkan untuk menarik pasukannya sepenuhnya dari wilayah Lebanon. Kendati demikian, Israel tetap menempatkan pasukan di lima lokasi, yang jelas melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 dan ketentuan kesepakatan November lalu.

Sejak implementasi gencatan senjata, Israel telah melanggar kesepakatan tersebut berulang kali melalui serangan berulang terhadap wilayah Lebanon.

Pemerintah Lebanon telah memperingatkan bahwa pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Israel mengancam stabilitas nasional.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *