Putin: Kami Siap Berperang dengan Eropa
POROS PERLAWANAN – Dalam pertemuan “Seruan Rusia”, Presiden Vladimir Putin mengirimkan sinyal keras kepada negara-negara Eropa. Peringatan ini muncul sebagai respons langsung terhadap pernyataan dan kebijakan terbaru yang dianggap Moskow sebagai langkah eskalatif.
Mengutip Kantor Berita Tasnim pada Rabu 3 Desember, Putin menegaskan pada Selasa malam: “Jika Eropa ingin berperang, kami siap.”
Pernyataan itu mempertegas retorika konfrontatif yang berkembang sepanjang tahun ini, ketika hubungan Moskow–Brussels berada di titik terendah sejak berakhirnya Perang Dingin.
Terkait Ukraina, Putin menegaskan bahwa Rusia akan meningkatkan serangan terhadap fasilitas dan kapal-kapal militer Ukraina. Ia mengkritik kepemimpinan Ukraina, dengan menyatakan bahwa Presiden Volodymyr Zelensky “berfokus pada segala hal kecuali medan perang”, seolah terputus dari realitas konflik.
Putin juga menyebut bahwa salah satu faktor yang memperpanjang konflik adalah sikap Eropa sendiri. Menurutnya, “Eropa merupakan hambatan bagi jalan Amerika untuk mencapai perdamaian di Ukraina”.
Pernyataan ini mencerminkan narasi Rusia bahwa sebagian negara Eropa justru mendorong Washington mempertahankan tekanan militer dan ekonomi terhadap Moskow, alih-alih mencari kompromi politik.
Di luar isu perang, Putin menyinggung dinamika ekonomi. Ia menegaskan bahwa China dan India kini menjadi dua mitra dagang terbesar Rusia. Perdagangan dengan keduanya meningkat drastis dalam tiga tahun terakhir, sebuah tren yang memperlihatkan pergeseran strategis Moskow ke Asia sebagai respons terhadap isolasi ekonomi yang dilakukan Barat.
Peningkatan hubungan dagang tersebut juga mencerminkan repositioning geopolitik Rusia,menghadapi tekanan dari Eropa, Moskow membangun keseimbangan baru melalui jaringan ekonomi dan politik di kawasan Eurasia. Dengan kata lain, semakin besar tekanan Barat, semakin kuat orientasi strategis Rusia ke Timur.
