AS Pertimbangkan Pengasingan Maduro ke Qatar, Meski Opsi Serangan Militer Tetap Terbuka di Meja Trump
POROS PERLAWANAN — Sumber-sumber dalam Pemerintahan Donald Trump mengungkap bahwa Gedung Putih tengah mempertimbangkan skenario mendeportasi Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ke Qatar, sebagai bagian dari tekanan multilapis untuk memaksanya mundur dari kekuasaan. Tiga pejabat aktif AS dan dua mantan pejabat menggambarkan opsi ini sebagai skenario nyata yang sedang diproses.
Menurut IRNA pada Rabu 3 Desember, usulan pemindahan Maduro yang kini berusia 63 tahun, didorong oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Seorang sumber yang dekat dengan Pemerintahan Trump menyatakan bahwa Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut langkah tersebut karena dinilai memberi mereka posisi tawar lebih kuat di Washington.
Namun, seorang sumber yang mengetahui langsung perundingan Venezuela menegaskan bahwa Qatar memang terlibat dalam proses diplomatik, tetapi Maduro tidak pernah meminta izin tinggal di Doha. Qatar sebelumnya juga berperan dalam memediasi sejumlah inisiatif diplomatik, termasuk rencana perdamaian Trump antara Israel dan Hamas.
Dalam percakapan telefon pekan lalu, Trump secara langsung mendesak Maduro untuk segera mundur. Maduro menolak dan menawarkan opsi penyerahan kekuasaan kepada wakil presiden, sebuah langkah yang gagal memenuhi tuntutan Washington.
Sebulan sebelumnya, Pemerintahan Trump telah menetapkan Maduro dan sekutu-sekutunya sebagai bagian dari organisasi teroris asing untuk membuka jalur hukum bagi penggunaan opsi militer di Venezuela. Langkah ini memperluas instrumen tekanan Washington, meski sejauh ini belum dijalankan sepenuhnya.
Juru Bicara Gedung Putih, Carolyn Levitt membenarkan serangan militer AS terhadap kapal-kapal Venezuela yang dituduh membawa narkoba, menyebutnya sebagai “tindakan membela diri untuk melindungi warga dan kepentingan vital Amerika Serikat”.
Meski Trump telah beberapa kali menyatakan rencana memberi tahu Kongres mengenai potensi invasi darat ke Venezuela, langkah tersebut masih ditunda sambil terus mendorong solusi negosiasi berupa pengunduran diri dan pengasingan Maduro.
